Berita Lampung

Seniman Lampung Selatan Terpaksa Jual Durian untuk Kebutuhan Sehari-hari: Tak Ada Bantuan

Rozali merupakan seorang seniman atau budayawan asal Lampung Selatan. Ia terpaksa berjualan durian, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Imam rozali dan buah durian dagangannya. Seniman Lampung Selatan terpaksa jual durian untuk kebutuhan sehari-hari. 

Kata Rozali durian yang ia jual berasal dari Desa Babatan, kecamatan Katibung, Lampung Selatan.

Rozali pun memberikan tips memilih durian yang manis atau enak.

"Ketika dicium aromanya itu seperti julang-jaling," kata Rozali.

"Tapi ketika dicium aromanya biasa aja, atau seperti aroma limun itu berarti duriannya biasa saja, di bawah standar rasa," jelasnya.

"Atau bahasanya seperti manis jambu lah, kalau rasanya seperti manis jambu itu berarti tidak layak untuk diperdagangkan," ucapnya.

Rozali menyebut dirinya tidak menjual durian yang manis jambu tersebut.

"Saya dalam sehari itu bisa membawa durian tiga motor," katanya.

Rozali menjelaskan satu motor bisa mengangkut kurang lebih 40 buah, kalau tiga motor itu berarti bisa sekitar 120 buah.

"Menjual 120 buah durian itu kita bisa satu harian," ujarnya

Rozali berjualan Senin-Minggu, mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 02.00 WIB subuh.

(Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved