Berita Lampung

Pembunuh Kakek di Lampung Selatan Ternyata Residivis Pembunuhan di Tulangbawang

Pembunuh kakek di Lampung Selatan tersebut, baru enam bulan menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman pembunuhan di Tulangabwang.

tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengintrogasi Kurniawan, pelaku pembunuhan kakek di Lampung Selatan. Ternyata pelaku seorang residivis dengan kasus yang sama, pembunuhan di Tulangbawang. 

Tribunlampung.co.id, Lampung SelatanPembunuh kakek di Ketapang, Lampung Selatan ternyata seorang residivis pembunuhan di Tulangbawang.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Edwin mengungkapkan, bahwa Kurniawan (22), pelaku pembunuh kakek di Ketapang, Lampung Selatan merupakan seorang residivis pembunuhan di wilayah Tulangbawang, Lampung.

Pembunuh kakek di Lampung Selatan tersebut, baru enam bulan menghirup udara bebas setelah menjalani hukuman akibat perbuatannya melakukan pembunuhan di Tulangbawang.

Kurniawan merupakan pelaku pembunuh kakek Rosad (77) warga Desa Sripendowo, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan.

Pelaku membunuh sang kakek Rosad yang saat itu berupaya menyelamatkan cucunya, seorang remaja putri berinisial IP (15) yang hendak dibunuh oleh pelaku, pada Rabu, (7/9/2022) sekitar pukul 00.30 WIB.

Baca juga: Tabrak Pantat Truk, Mahasiswi UIN Tewas Kecelakaan di Jalinsum Natar Lampung Selatan

Baca juga: Polres Lampung Selatan Bagikan 200 Paket Sembako Pasca Penyesuaian Harga BBM

Menurut AKBP Edwin, aparat polisi Polres Lampung Selatan mengamankan pelaku dalam kurun waktu kurang dari 1 x 24 jam.

Pelaku Kurniawan dihadiahi timah panas oleh polisi di kaki kirinya karena berusaha kabur. 

Pelaku sempat dihakimi dan diamankan warga saat hendak kabur menggunakan sepeda motor.

Pelaku pembunuhan Kurniawan merupakan warga Desa Sri Pendowo, Kecamatan Ketapang.

AKBP Edwin menceritakan, kejadian itu bermula dari kekesalan pelaku terhadap cucu korban.  Karena cintanya ditolak. Pelaku lantas merencanakan pembunuhan terhadap cucu Rosad berinisial IP.

Namun niat pelaku diketahui sang kakek, yang langsung menghadangnya. Ironisnya niat kakek melindungi cucunya berakhir petaka.

"Pelaku kesal karena cintanya ditolak oleh IP cucu korban, lalu pelaku merencanakan pembunuhan dengan cara mempersiapkan sebilah golok yang dibelinya seharga Rp 100 ribu," kat Edwin, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto Ungkap PAD Bertambah Rp 57 M

Baca juga: Pemuda di Lampung Selatan Diamuk Massa karena Bunuh Seorang Kakek

Edwin mengatakan, pada malam hari pelaku mendatangi rumah korban, dan hendak membunuhnya.

"Pelaku membuka pintu depan rumah korban menggunakan linggis dan menghampiri kamar IP, lalu pelaku mencekik lehernya," kata Edwin, Jumat (9/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved