Rektor Unila Ditangkap KPK

Eks Rektor Unila Buka-bukaan, Karomani Ngaku Terima Uang dari Anggota DPR RI

Dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik KPK, eks Rektor Unila, Karomani, mengaku terima uang dan membongkar nama-nama yang memberi uang tersebut.

Tribunnews/Jeprima
Barang bukti uang yang disita KPK atas kasus suap proses penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri Unila, saat ditunjukkan di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (21/8/2022). Dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik KPK, eks Rektor Unila, Karomani, mengaku terima uang dan membongkar nama-nama yang memberi uang tersebut. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik KPK, eks Rektor Unila, Karomani, mengaku terima uang dan membongkar nama-nama yang memberi uang tersebut.

Diketahui, mantan Rektor Unila, Karomani, mengakui terima uang ketika kembali diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK, pada Jumat (9/9/2022) mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 16.30 WIB.

Namun demikian, eks Rektor Unila, Karomani, menegaskan, jika ia terima uang secara sukarela dan bukan berdasarkan kesepakatan.

Karomani menyampaikan, jika ia terima uang dan seluruhnya digunakan untuk pembangunan gedung Lampung Nahdiyin Center (LNC).

Pernyataan Karomani tersebut disampaikan kuasa hukumnya, Ahmad Handoko, kepada awak media, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Karomani Blak-blakan Bongkar Nama-nama Pemberi Uang, Ada Eks Kepala Daerah

Baca juga: Pekerja Dapat Bantuan Subsidi Upah, Disnaker Lampung: Data Penerima Masih Divalidasi

Ahmad Handoko mengatakan, jika kliennya dicecar 25 pertanyaan oleh penyidik KPK.

Menurut Ahmad Handoko, kliennya sangat terbuka selama menjalani pemeriksaan oleh penyidik KPK.

Handoko menjelaskan, dari 25 pertanyaan itu, beberapa di antaranya yakni terkait kebenaran adanya penerimaan uang.

Kemudian, lanjut Handoko, motif penerimaan dan siapa saja yang memberikan uang tersebut.

"Semua sudah disampaikan oleh klien kami (Karomani) terhadap penyidik secara terbuka dan terang," kata Handoko, Jumat (9/9/2022).

Handoko menambahkan, jika Karomani didatangi banyak orang yang bertujuan menitipkan mahasiswa baru.

Adapun orang-orang yang menemui Karomani tersebut, lanjut Handoko, berasal dari berbagai profesi.

Mulai dari dokter, politisi, mantan kepala daerah, anggota DPRD dan DPR RI.

"Semua sudah disampaikan secara jelas kepada penyidik KPK, dituangkan dalam BAP," kata Handoko.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved