Eksklusif Konsumsi Rokok Melonjak

Tak Terpengaruh Kenaikan Harga, Pengeluaran Konsumsi Rokok di Lampung Lebih Besar dari Beras

Meski harga rokok naik, konsumsi rokok di Lampung tetap tinggi. Bahkan pengeluaran untuk membeli rokok menempati urutan kedua.

Penulis: kiki adipratama | Editor: Dedi Sutomo
Tribunlampung.co.id/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
Ilustrasi - Konsumsi rokok di Lampung tak terpengaruh kenaikan harga. Pengeluaran untuk konsumsi rokok di Lampung menempati urutan kedua, mengalahkan beras. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengeluaran untuk konsumsi rokok di Lampung menempati urutan kedua.  Pengeluaran konsumsi rokok di Lampung tidak terpengaruh dengan naiknya harga rokok.

Dalam 3 tahun terakhir, konsumsi rokok di Lampung bahkan terus mengalami peningkatan. Termasuk anggaran untuk membeli rokok.

Koordinator Fungsi Statistik Sosial BPS Lampung Mas'ud Rifai menyebut pengeluaran untuk konsumsi rokok di Lampung mengalami kenaikan setiap tahunnya seiring dengan peningkatnya harga rokok.

"Ya kondisinya memang begitu sesuai dengan data yang ada. Tapi juga kita melihatnya harga kan juga naik," kata Mas'ud.

Mas'ud menuturkan, konsumsi rokok di Lampung memang besar. Bahkan, hal itu terjadi di kalangan masyarakat kelas bawah.

Baca juga: Konsumsi Rokok di Lampung Naik, Sejumlah Orang Mengaku Siapkan Anggaran Khusus untuk Beli Rokok

Baca juga: Konsumsi Rokok di Lampung per Kapita per Bulan 80 Batang, Pengeluaran Rp 82.789

"Ya memang potretnya di level orang bawah sebagai pengeluaran tertinggi kedua. Tapi kalangan bawah ini memang (rokok) harga murah."

"Dan yang menarik rokok ini semakin hari semakin tinggi karena harganya tinggi mangkanya dia bisa nyalip kebutuhan pokok," ujar Mas'ud.

Berdasarkan survei BPS berdasarkan golongan pengeluaran per kapita per bulan, pengeluaran untuk rokok ini tertinggi untuk kelompok pengeluaran di atas Rp 1 jutaan.

Di kelompok ini, pengeluaran untuk rokok sebesar Rp 122.232, nomor dua setelah pengeluaran makanan dan minuman jadi.

Pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi sebesar Rp 220.830 ribu.

Kelompok pengeluaran ini dikategorikan BPS termasuk golongan sejahtera. Sebab pengeluaran untuk kelompok makanan lebih rendah dibanding bukan makanan.

Pengeluaran untuk kelompok makanan 790.624, sementara bukan makanan 866.780.

Baca juga: HUT ke-31, Kabupaten Lampung Barat Raih 12 Penghargaan di Bawah Kepemimpinan Parosil

Baca juga: Konsumsi Rokok di Lampung Meningkat, Pengamat Unila: Sebagian Orang Anggap Rokok Kebutuhan Primer

Sementara pada kelompok pengeluaran Rp 750 ribu-Rp 999.999, pengeluaran untuk rokok sebesar Rp 82.789.  Lagi -lagi ini menempati urutan kedua pengeluaran terbesar setelah makanan dan minuman jadi.

Kemudian di kelompok dengan pengeluaran 500 ribu-Rp 749.999, pengeluaran untuk rokok sebesar Rp 55.595,setelah makanan dan minuman jadi Rp 80.405.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved