Berita Lampung

Sidang Lanjutan Tipikor Jembatan Way Batu Pesisir Barat, Terdakwa Akui Ada Intervensi

Sidang lanjutan tipikor jembatan Way Batu Pesisir Barat mengungkap adanya intervensi dari kepala dinas kepada terdakwa.

dok. Kejari Lampung Barat
Sidang lanjutan perkara Tindak Pidana Korupsi atau tipikor proyek jembatan Way Batu yang menjerat mantan Calon Bupati Pesisir Barat Aria Lukita Budiwan (ALB). 

Tribunlampung.co.id, Pesisir Barat- Sidang lanjutan perkara tipikor proyek jembatan Way Batu yang menjerat mantan Calon Bupati Pesisir Barat Aria Lukita Budiwan (ALB) dan Abdullah digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Kasi Intelijen Zenericho mendampingi Kepala Kejari Lampung Barat Deddy Sutendy mengatakan, sidang lanjutan perkara tipikor proyek jembatan Way Batu Pesisir Barat tersebut digelar di PN Tanjung Karang pada Kamis (17/11/2022).

"Sidang lanjutan perkara tindak pidana korupsi jembatan Way Batu Pesisir Barat itu digelar di Pengadilan Negeri Tanjung Karang Kamis kemarin," ungkap Kasi Intelijen Kejari Lambar Zenericho, Jumat (18/11/2022).

Lanjutnya, sidang tersebut dengan agenda pemeriksaan saksi sekaligus terdakwa atas nama Abdullah dan Aria Lukita Budiwan. Sidang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Hendro Wicaksono dengan Hakim Anggota Aria Veronica dan Edi Purbanus dengan Panitera Dian Mayasari.

Berdasarkan fakta-fakta persidangan, terdakwa Abdullah mengaku adanya intervensi dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pesisir Barat untuk menandatangani perjanjian kontrak komitmen Jembatan Way Batu dengan pemenang lelang CV Empat Sejati. 

Sementara terdakwa ALB mengakui bahwa adik kandungnya adalah suami dari Suhanda yakni adik kandung dari Isnawardi (alm) pejabat Kepala Dinas waktu itu.

Baca juga: Begini Penjelasan Bawaslu Pesisir Barat Terkait Perekrutan Kasek Panwascam yang Jadi Polemik

Baca juga: Awalnya Dikira Karung, Ternyata Jasad Tukang Ojek di Tepi Jalan Way Kanan Lampung

Zeniricho melanjutkan, pada persidangan tersebut terdakwa Abdullah juga menyampaikan, bahwa selaku PPK ia menerima hasil lelang pemenang CV Empat Sejati dari Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Kemudian draft kontrak diterima dengan sudah ditandatangani, draft kontrak satu untuk CV Empat Sejati, tiga untuk Dinas Pekerjaan Umum.

Abdullah mengatakan, setelah SPMK ditandatangani kemudian diikut ulang ke lokasi dan dilakukan pencairan uang muka 30 persen.

Lalu, pada bulan November PPK mengalami kecelakaan tunggal dari Krui ke arah lumbak Pesisir Selatan dan menjalani rawat jalan dirumah selama satu bulan dan mendapat izin dari atasan dan instansi.

Sebagai PPK sering ke lokasi lapangan sebelum terjadinya kecelakaan dan sering bertemu dengan stakeholder terkait.

" Abdullah mengaku kenal dengan ALB pada tahun 2014 saat menjadi PPK di pembangunan lain,” ucapnya.

Sebab Abdullah menjadi PPK tidak hanya di pembangunan jembatan Way Batu saja namun banyak pembangunan lainya.

"Namun Abdullah juga mengaku tahu dengan ALB setelah diperiksa kejaksaan di tahun 2016," jelasnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved