Berita Lampung

Masyarakat Way Jepara Lampung Timur minta TNWK Serius Tangani Gajah Liar

Masyarakat butuh hasil dari bercocok tanam untuk menyambung hidup, harapannya jangan diganggu gajah liar maka TNWK dan pemerintah harus tegas.

Penulis: Yogi Wahyudi | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id/Yogi Wahyudi
Kegiatan Pembinaan Satgas dalam Upaya Penganggulangan Interaksi Manusia dan satwa oleh Provinsi Lampung dan masyarakat minta TNWK tangani konflik gajah liar dan manusia secara tegas dan serius. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Timur - Masyarakat Way Jepara dan sekitarnya, di Lampung Timur meminta pihak Taman Nasional Way Kambas (TNWK) untuk tegas dan serius menangani konflik gajah liar dan manusia. 

Hal ini diungkapkan Ahmad Suyuti, warga Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur, dalam Pembinaan Satgas dalam Upaya Penganggulangan Interaksi Manusia dan Satwa oleh Provinsi Lampung di Balai Desa Labuhan Ratu 6, Kec. Labuhan Ratu.

Menurut Ahmad Suyuti, masyarakat Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur butuh rasa aman dan tenang dalam bercocok tanam tanpa serangan dari gajah liar

"Saya hanya minta agar Taman Nasional Way Kambas juga secara tegas untuk menangani gajah-gajah yang makan tanaman masyarakat ini,"

"Bagaimana cara menghalaunya, gimana cara menjaganya agar tidak merusak tanaman masyarakat itu aja permintaan kami," ujarnya, Minggu (4/12/2022) 

Menurutnya, masyarakat butuh hasil dari bercocok tanam untuk menyambung hidup, maka harapannya jangan diganggu oleh satwa.

Baca juga: Polres Lampung Timur Bentuk Tim Buru Pelaku Pembakaran Hutan di TNWK

Baca juga: Warga Desa Tambah Dadi Purbolinggo Lampung Timur Minta Presiden Atasi Konflik Gajah Liar

"Kami masyarakat menanam padi dan jagung dan yang lainnya itu adalah tanah sendiri, untuk menyambung hidup, harapannya agar satwa liar ini terjaga dengan baik terlindungi dan tidak mengganggu masyarakat, masyarakat kan butuh penghasilan," ungkapnya. 

Ia juga meminta pemerintah agar dapat menangani permasalahan tersebut dengan serius. 

"Konfliknya cukup tinggi untuk di wilayah Probolinggo dan Way Bungur, ini sudah luar biasa dan kami berharap pejabat yang berwenang untuk bertanggung jawab untuk menangani satwa liar ini serius jangan hanya bicara interaksi terlalu halus bahasa itu ini sudah konflik konflik manusia dan gajah," tuturnya. 

Pihaknya juga tidak membutuhkan bantuan terlalu banyak, yakni terkait keamanan dari masuknya gajah di areal perladangan warga.

"Kami juga tidak butuh bantuan yang terlalu banyak, tetapi yang jelas tanaman masyarakat terjaga dengan baik dan bisa difasilitasi dengan baik pejabat-pejabat yang punya fasilitas baik," ucapnya.  

Sementara, salah satu satgas Labuhan Ratu IX, Sigit mengaku, gajah liar kerap kali masuk di area perladangan milik warga.

"Kami masyarakat desa beberapa waktu lalu, hampir satu minggu ini, itu gajah beberapa kali juga masuk ke peladangan kami," ungkap Sigit. 

Ia memohon kepada pihak-pihak terkait agar mampu memberi solusi dari kejadian tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved