Berita Lampung

Marak Pencurian Kabel Listrik PLN, Masyarakat Lampung Barat Diimbau Lapor ke Petugas

Akhir-akhir ini sedang marak terjadi pencurian kabel listrik milik PT PLN Persero di beberapa wilayah Lampung Barat.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Kondisi beberapa kabel listrik yang dicuri dengan cara dipotong oleh oknum pencuri. Marak pencurian kabel listrik PLN, masyarakat Lampung Barat diimbau lapor ke petugas. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Barat - Akhir-akhir ini sedang marak terjadi pencurian kabel listrik milik PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Persero di beberapa wilayah Lampung Barat.

Akibatnya, aliran listrik menuju ke beberapa rumah di sejumlah wilayah yang berada di Lampung Barat menjadi padam karena pencurian kabel listrik ini.

Atas maraknya pencurian kabel listrik ini, Karu Posko PLN Kenali, Sopian mengimbau kepada seluruh masyarakat Lampung Barat agar waspada dan segera melapor ke petugas PLN setempat yang standby 24 jam jika terjadi pemadaman.

Karena menurutnya, hal tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menjaga dan mengantisipasi agar tidak terjadi pencurian kabel listrik lagi.

“Kepada masyarakat jika tiba-tiba terjadi pemadaman listrik diharapkan untuk segera melapor ke petugas, kita standby 24 jam,” imbau Sopian, Senin (5/12/2022).

“Itu dilakukan agar kita bisa mengantisipasi dan menjaga supaya tidak terjadi pencurian kabel lagi,” sambungnya.

Baca juga: Oknum Guru Ponpes di Tulangbawang Lampung Rudapaksa 9 Santri, Perbuatan Sejak 2020

Baca juga: Kakek di Bandar Lampung Curi Motor hingga Hilangkan Nomor Mesin dan Rangka

Sopian menjelaskan, para pencuri kabel listrik tersebut melakukan aksinya dengan cara memotong kabel tersebut.

Kabel yang dicuri merupakan jenis kabel puding tembaga yang disambungkan dari trafo ke pelanggan.

“Perlu diketahui, kabel yang mereka curi itu jenis kabel jururus atau biasa disebut kabel puding tembaga yang disambungkan dari trafo ke pelanggan,” jelas Sopian.

“Cara oknum ini mencuri kabel tersebut yaitu mereka memotong kabel untuk kemudian diambil bagian kabel tembaga yang terpasang di trafonya," tambahnya.

Sopian menambahkan, para pencuri ini mengincar kabel puding tembaga karena menurutnya nilai jualnya yang cukup mahal.

Diketahui harga tembaga di pasaran saat ini cukup mahal jika dijual perkilonya, ditambah dalam 1 trafo tersebut setidaknya ada sebanyak 50 kg kabel tembaga.

"Kalau harga tembaga perkilonya kita kurang paham ya, tetapi untuk 1 trafo kalau dua jurusan setidaknya ada kurang lebih 50 kg,” ucap Sopian.

“Sementara untuk kerugian kita juga belum bisa memastikan berapanya, tetapi yang jelas PLN pasti rugi besar, karena kabel hilang dan padamnya juga cukup lama," lanjutnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved