Liputan Khusus

Superblok di Bandar Lampung Dorong Perekonomian

Pengamat Ekonomi dari CURS akan mendorong perekonomian karena sektor perdagangan dan jasa bakal berkembang di Bandar Lampung

Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Tri Yulianto
Warta Kota/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Ilustrasi kawasan superblok. Superblok di Bandar Lampung bisa dorong pertumbuhan ekonomi perdagangan dan jasa. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengamat Ekonomi dari CURS, Erwin Octavianto adanya Superblok di Bandar Lampung mendorong perekonomian. 

Menurut Erwin Octavianto, Superblok di Bandar Lampung merupakan lokasi untuk pengembangan perdagangan dan jasa. 

Dengan adanya Superblok di Bandar Lampung dalam pandangan Pengamat Ekonomi dari CURS akan mendorong perekonomian karena sektor perdagangan dan jasa bakal berkembang.

Dalam penilaian Erwin Octavianto, kondisi perkembangannya saat ini juga cukup baik.

"Pernah juga kami melakukan kajian ekonomi regional di 2015, menganalisa terkait dengan potensi, peluang investasi, hingga kegiatan-kegiatan perekonomian di Kota Bandar Lampung," ujar Erwin. 

Ia menambahkan, terkait kawasan perdagangan dan jasa memang harus dilihatnya masing-masing.

Baca juga: Investasi Pembangunan Superblok di Way Halim Capai Rp 2 Triliun, Bakal Dibangun 62 Lantai

Kalau dari aspek perdagangan tentu ada output yang diperdagangkan yang kemudian berdampak pada ekonomi masyarakat.

Dari aspek jasa tentu ada jasa yang ditawarkan yang juga turut memberikan dampak pada kondisi perekonomian.

Sektor perdagangan dan jasa itu sendiri menjadi salah satu pilar di PDRB Kota Bandar Lampung.

Sebagai pilar tentu ini menjadi penting, karena naik turunnya pembangunan yang berdampak pada kedua sektor tersebut. 

Diharapkan superblok mampu menopang atau mendorong perekonomian di Kota Bandar Lampung.

"Kalau kita lihat dari investasi yang ada saat ini banyaknya di bidang ritel dan perkembangan pusat perbelanjaan modern," kata Erwin.

Ia jelaskan, dari informasi yang didapat Central Plaza kabarnya akan ada kepemilikan baru yang bakal dikembangkan lagi menjadi kegiatan perdagangan skala modern.

"Sementara kita melihat ada juga pusat perbelanjaan yang sudah tutup."

"Hal itu bisa jadi karena efek dari kondisi pandemi Covid-19 dan efek munculnya mall yang lebih modern," kata Erwin.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved