Liputan Khusus

Superblok di Bandar Lampung Dukung Kawasan Perdagangan dan Jasa Skala Regional 

Menurut Erwin Octavianto selaku Pengamat Ekonomi CURS, Kota Bandar Lampung bisa menjadi kawasan perdagangan dan jasa di skala regional dari RPJP.

Editor: Tri Yulianto
(Tribun Timur/Muhammad Abdiwan)
Ilustrasi. Tenaga promosi tunjukan maket bangunan St Moritz Superblok. Pembangunan superblok di Bandar Lampung dorong pembentukan kawasan ekonomi regional. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Pengamat Ekonomi dari CURS Erwin Octavianto menyatakan Kota Bandar Lampung miliki trademark dan juga visi rencana pembangunan jangka panjang (RPJP) kawasan ekonomi.

Menurut Erwin Octavianto selaku Pengamat Ekonomi CURS, Kota Bandar Lampung bisa menjadi kawasan perdagangan dan jasa di skala regional dari adanya RPJP tersebut. 

Lantas dengan hadirnya beberapa investasi superblok di Kota Bandar Lampung akan mendukung sebagai kawasan perdagangan dan jasa di skala regional. 

"Pernah juga kami melakukan kajian ekonomi regional di 2015, menganalisa terkait dengan potensi, peluang investasi, hingga kegiatan-kegiatan perekonomian di Kota Bandar Lampung, hasilnya kondisi perkembangan saat ini juga cukup baik," kata Erwin.

Terkait kawasan perdagangan dan jasa memang harus dilihatnya masing-masing.

Kalau dari aspek perdagangan tentu ada output yang diperdagangkan yang kemudian berdampak pada ekonomi masyarakat.

Baca juga: Kadin Harap Pembangunan Superblok Lampung Serap Sumber Daya Lokal

Sedangkan untuk aspek jasa tentu ada jasa yang ditawarkan yang juga turut memberikan dampak pada kondisi perekonomian.

Sektor perdagangan dan jasa itu sendiri menjadi salah satu pilar di PDRB Kota Bandar Lampung.

Sebagai pilar tentu ini menjadi penting, karena naik turunnya pembangunan yang berdampak pada kedua sektor tersebut, diharapkan mampu menopang atau mendorong perekonomian di Kota Bandar Lampung.

Kalau kita lihat dari investasi yang ada saat ini banyaknya di bidang ritel dan perkembangan pusat perbelanjaan modern.

Bahkan Central Plaza juga kabarnya akan ada kepemilikan baru yang bakal dikembangkan lagi menjadi kegiatan perdagangan skala modern.

Sementara kita melihat ada juga pusat perbelanjaan yang sudah tutup.

Hal itu bisa jadi karena efek dari kondisi pandemi Covid-19 dan efek munculnya mall yang lebih modern.

Belum lagi saat ini masyarakat memiliki kecenderungan untuk berbelanja secara online dibandingkan datang langsung.

Terlebih bisa mendapat harga yang lebih murah dengan kondisi barang yang sama.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved