Berita Lampung

Pemkot Metro Bentuk Tim Pendamping Keluarga untuk Cegah Stunting

Pemkot Metro membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mendukung upaya tercapainya percepatan penurunan angka prevalensi stunting.

Penulis: Muhammad Humam Ghiffary | Editor: taryono
(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)
Wali Kota Metro, Wahdi. Cegah Stunting, Pemkot Metro Bentuk Tim Pendamping Keluarga. 

Tribunlampung.co.id, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) untuk mendukung upaya tercapainya percepatan penurunan angka prevalensi stunting.

Wali Kota Metro, Wahdi mengatakan, saat ini pihaknya telah membentuk sebanyak ratusan TPK.

Hal ini ditunjukkan dengan terbitnya Surat Keputusan Wali Kota Metro Nomor: 184/KPTS/D.8/2022 tentang Penetapan Tim Pendamping Keluarga berisiko Stunting dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting.

Ia menambahkan, TPK sendiri beranggotakan Bidan, Kader PKK, dan Kader KB.

“Sama seperti kita mau menciptakan sesuatu, maka yang menciptakan itu harus baik. Kemudian juga fungsi yang ke dua menjaga wanita hamil," ujarnya, Rabu (8/11/2023).

"Jadi, saya kira kita ini punya paket lengkap ya dan memang itu sudah dikenal nasional. Misalnya Maternal Early Warning Score System atau MEWSS, yang saya buat itu, itu sudah bisa diambil di Playstore. Jadi, itu semua harus digunakan dengan baik oleh TPK,” sambungnya.

Ia juga menekankan, dalam pencegahan stunting perlu adanya edukasi kepada pasangan yang sudah menikah.

“Termasuk pencegahan stunting, karena itu kan proses ya. Tidak kemudian serta-merta terkena stunting, tidak," bebernya.

"Itu mulai dari remaja, kemudian pernikahannya dulu, diberi edukasi bahwa nikah tepat waktu reproduksinya bagus, di waktu hamil dan saat proses persalinan itu dijaga dengan baik,” imbuhnya.

Menurutnya, hal ini merupakan tindakan konkret sebagai wujud komitmen pemerintah dalam upaya mengurangi angka prevalensi stunting di Metro.

“Tentu kita semua bertujuan untuk hal-hal yang baik, dalam hal ini menjaga stunting ya. Jadi, stunting itu adalah kejadian kronis yang terjadi akibat kurang gizi kronis," bebernya.

"Pemkot Metro dalam hal pencegahan stunting ini akan terus secara konsisten tidak akan berhenti sampai Indonesia emas 2037,” pungkasnya.

(Tribunlampung.co.id/Muhammad Humam Ghiffary)


 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved