Banjir di Mesuji

1.872 Hektare Sawah di Mesuji Lampung Terdampak Banjir

Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji telah mendata ada 1.872 hektare sawah di Kabupaten Mesuji yang terdampak banjir.

Penulis: M Rangga Yusuf | Editor: taryono
Dok Petani
Ribuan hektare sawah di Desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji, terendam banjir, Jumat (19/1/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Mesuji - Dinas Pertanian Kabupaten Mesuji telah mendata ada 1.872 hektare sawah di Kabupaten Mesuji yang terdampak banjir.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Bidang Tanaman Pangan Dan Holtikultura, Dinas Pertanian Mesuji, Halwan, Sabtu (20/1/2024).

"Dari data sementara yang kami cek di lapangan ada sekitar 1.872 hektare sawah di Kabupaten Mesuji yang alami kebanjiran," ujarnya.

Sedangkan untuk wilayahnya ada di tiga kecamatan di Kabupaten Mesuji.

Untuk Kecamatan Mesuji, yakni Desa Wiralaga I, Sungai Badak, dan Sidomulyo.

Kecamatan Simpang Pematang, yakni Desa Harapan Jaya, Wirabangun, Jaya Sakti, dan Bangun Mulyo.

Kecamatan Rawajitu Utara, yakni Desa Sungai Sidang, Panggung Jaya, dan Way Puji.

Dijelaskan Halwan saat ini pihaknya baru mendata jumlah lahan sawah yang terdampak banjir.

Untuk data sawah milik petani yang gagal tanam, pihaknya sedang mengupayakan pendataan.

"Dari data yang kami punya ini nantinya juga untuk membantu petani mana yang masuk asuransi kita bantu klaim ganti rugi."

"Sedangkan yang belum ada asuransi kita upayakan sounding ke Pemerintah Provinsi dan pusat untuk ditindaklanjuti," sambungannya.

Sebelumnya, sejumlah petani di Desa Sungai Badak, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Mesuji yang terdampak gagal tanam akibat bencana banjir berharap bantuan dari pemerintah.

Harapan itu diutarakan langsung oleh salah satu satu petani di Kabupaten Mesuji bernama Agus, Jumat (19/1/2024).

"Bencana alam banjir ini dipastikan menggagalkan tanaman padi saya dan harapannya pemerintah bisa membantu para petani yang mengalami gagal tanam," ujarnya.

Apalagi, kata dia, musim tanam ini menjadi harapan besar baginya bahkan petani lainnya untuk mendapatkan hasil setelah mengalami musim kemarau yang berkepanjangan.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved