Berita Lampung
Hakim SE Sesalkan Pemberitaan Sepihak Tanpa Ada Konfirmasi
SE, hakim di Bandar Lampung yang dipolisikan atas dugaan tindak asusila terhadap mantan asprinya saat ini terbaring lemah.
Penulis: Vincensius Soma Ferrer | Editor: Indra Simanjuntak
"Paman kami ini mempercayakan pada pelaku memegang ATM untuk mengurus semua keperluan"
"Dan kami itu lebih dulu melaporkan penggelapan, karena dia (SF) ngambil uang paman kami yang totalnya sampai sekitar Rp 125 juta dan ada bukti semua ditransfer ke rekening dia," ujarnya, Selasa (23/1/2024).
Penggelapan uang tersebut, kata Toni, bersumber dari rekening pribadi milik hakim SE.
Atas pertimbangan itu, pihak keluarga menilai laporan yang dibuat SE sebagai motif untuk mengamankan status hukum dirinya.
"Karena dugaan kami, itu mungkin bisa untuk memeras, yang pasti kita keberatan atas laporan itu," kata dia.
Gelapkan Uang
Hakim Pengadilan Tinggi Tanjung Karang melaporkan mantan asisten pribadinya (aspri) ke polisi atas dugaan penipuan dan penggelapan.
Terlapor berinisial SF (23) dilaporkan lantaran diduga telah menggelapkan uang dari rekening mantan bosnya senilai Rp 125 juta.
Adapun laporan tersebut tertuang dalam Nomor LP/B/2/1/2024/SPKT/POLSEK TANJUNG KARANG TIMUR/POLRESTA BANDAR LAMPUNG/POLDA LAMPUNG.
Kapolsek Tanjung Karang Timur, Kompol Hadi Prabowo membenarkan adanya laporan tersebut.
"Iya benar, korban melaporkan mantan sopir pribadinya atas dugaan penggelapan uang, saat ini perkaranya sedang kami selidiki," ungkap Kompol Hadi kepada Tribunlampung, Selasa (23/1/2024).
Kanit Reskrim Polsek Polsek Tanjung Karang Timur, Iptu Kusnadi menjelaskan, Kronologis peristiwa bermula saat terlapor masih bekerja sebagai asisten pribadi korban.
Saat itu, terlapor berinisial SF dipercayai oleh korban berinisial SE (65) untuk mengurusi segala keperluan pribadinya.
"Jadi korban ini mempercayai pelaku untuk memegang ATM korban untuk mengurus semua keperluan," ungkap Iptu Kusnadi.
Namun, setelah terlapor sudah tidak bekerja, korban mendapati rekening ATM miliknya berkurang drastis.
| Banjir Bandar Lampung, Drainase Tidak Merata dan Ruang Hijau Minim |
|
|---|
| Penampakan Ardito Wijaya Berompi Oranye di Rutan Way Huwi, Besok Jalani Sidang Perdana |
|
|---|
| Rem Blong, Truk Fuso Seruduk Tujuh Mobil di Pesawaran Lampung |
|
|---|
| Bustami Zainudin Sebut Minimnya RTH Jadi Biang Banjir Bandar Lampung |
|
|---|
| Program Desaku Maju di Lampung, Singkong Diolah Jadi Tepung Mocaf |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/SE-hakim-di-Bandar-Lampung.jpg)