Berita Lampung
1.617 Hektar Padi Gogo di Pesawaran Lampung Dipanen
Lahan padi gogo seluas 1.617 hektare tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Pesawaran Lampung dipanen.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Tri Yulianto
Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Lahan padi gogo seluas 1.617 hektare di Kabupaten Pesawaran Lampung dipanen.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Pemkab Pesawaran, Lampung Sam Herman panen lahan padi gogo dilakukan di beberapa kecamatan.
Salah satu lokasi panen raya padi gogo yakni di Desa Pagarjaya dan Sukajaya Kecamatan Punduh Pedada, Pesawaran, Lampung.
“Untuk luas lahan padi gogo yang dipanen di Desa Pagarjaya dengan luas 400 dan Sukajaya 150 hektare,” ungkapnya , Senin (22/4/2024).
Secara keseluruhan, luas lahan padi gogo yang telah dipanen sampai dengan hari ini mencapai 1.617 hektare di 11 kecamatan.
Pada panen padi gogo di Pesawaran, dia mengungkapkan berpotensi menghasilkan sebanyak 5.093 ton.
Hasil panen yang dilakukan oleh petani di Punduh Pedada itu, ungkap Sam Herman, tidak dijual melainkan disimpan di lumbung untuk ketahanan pangan mandiri.
“Kalau di sini (Punduh Pedada) hasil panennya hanya untuk kebutuhan pangan saja,” jelasnya.
Sampai dengan panen, menurutnya, petani kerap mendapatkan serangan tikus dan babi hutan.
Hal tersebut dikarenakan padi gogo yang ditanam berada di lahan dengan kontur perbukitan yang dekat dengan ekosistem tikus maupun babi hutan.
“Makanya, sebelum panen itu saya minta ke petani untuk meronda malam, serangan kedua hewan hama tersebut terjadi saat malam,” terang dia.
Dampak dari serangan itu, kata dia, cukup luar biasa kerusakannya.
Usai panen ini, pemerintah akan memberikan beberapa bantuan seperti alat pertanian pasca panen maupun panen.
“Bantuan ini diberikan, karena pada peralatan yang digunakan petani di sana masih kebanyakan manual, seperti masih ada yang menggunakan ani-ani,” jelasnya.
Dia menyebut, bantuan tersebut seperti mesin perontok padi atau thresher dan gilingan.
| Buntut Sengketa Program Makan Bergizi Gratis, RS Mitra Mulia Husada Digugat Rp 1,6 Miliar |
|
|---|
| Harga Plastik Melambung, Perajin Tahu-Tempe di Bandar Lampung Mulai Beralih ke Kemasan Daun |
|
|---|
| Pemkot Minta Masyarakat Melapor Jika ASN Bandar Lampung Langgar WFH |
|
|---|
| Itera Terapkan Kuliah Daring Setiap Jumat, Berlaku Mulai 17 April 2026 |
|
|---|
| Hadapi EPSS 2026, Diskominfotik Lampung Kebut Kualitas Data, IPS Ditargetkan Terus Naik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Lahan-padi-gogo-seluas-1617-hektare.jpg)