4 Karyawan Pabrik di Lampung Terbakar

Penyebab 4 Karyawan Pabrik di Lampung Selatan Terbakar, Disnaker Curiga K3 Tidak Berfungsi 

Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung mempertanyakan K3 di perusahaan yang memproduksi besi tersebut. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Heribertus Sulis
istimewa
Pihak perwakilan dari Disnaker Lampung melihat korban di Rumah Sakit Imanuel. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Provinsi Lampung menduga peran K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di PT San Xiong Steel Indonesia tidak berjalan. 

Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Yanti Yunidarti mengatakan, pihaknya mempertanyakan K3 di perusahaan yang memproduksi besi tersebut. 

"Sepertinya K3 di perusahaan tersebut tidak berjalan, karena ini seringkali terjadi peristiwa karyawan terbakar tersebut," kata Plh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung, Yanti Yunidarti saat dihubungi Tribun Lampung, Rabu (8/5/2024). 

Ia mengatakan, pihaknya berencana akan langsung terjun ke lokasi kejadian di perusahaan PT San Xiong Steel Indonesia yang berada di Tarahan, Katibung, Lampung Selatan

"Ada peraturannya dan K3 itu perlu dilihat, kenapa kecelakaan kerja ini bagaimana bisa terjadi," kata Yanti.

"Besok kami akan ke perusahaan karena sudah terjadi terus kecelakaan kerja dan korban sudah kami lihat," kata Yanti. 

Yanti mengatakan, korban sudah dilihat di rumah sakit dan satu diperbolehkan pulang. 

"Tim tadi sudah jenguk korban, kalaupun kejadian ini terus menerus bisa saja ditutup perusahaan ini. Tapi kan itu wewenang kepala daerah," kata Yanti.

Kini dirawat di RS

Ketua Serikat Buruh PT San Xiong Steel Indonesia Hadi Solihin mengaku rekan kerjanya empat orang menjadi korban terbakar saat ini dirawat di rumah sakit Imanuel, Bandar Lampung

"Jadi mereka (para korban) itu sedang membakar pelat besi bekas dek kapal yang ada rongga tabungnya," kata Hadi Solihin, saat dihubungi Tribun Lampung, Rabu (8/5/2024). 

Tiba-tiba pelat besi yang ada rongga tabung di atas tungku meledak. 

Hadi mengatakan, korban membakar pelat besi tersebut dengan panas volume 1.500 drajat.

"Bahan sudah turun ke dasar tungku dan tak lama kemudian meledak, dan ledakan pertama kecil dan masih terdengar tapi tidak sampai 1 kilometer," kata Hadi. 

Kemudian ledakan kedua seperti ban meledak terdengarnya besar.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved