Nelayan Tenggelam di Lampung Selatan

3 Jam Lebih Pencarian, Nelayan Tenggelam di Lampung Selatan Belum Juga Ditemukan

Tiga jam lebih pencarian terhadap nelayan yang diduga tenggelam di Bakauheni, Lampung Selatan, belum juga membuahkan hasil.

|
Dokumentasi SAR Bakauheni
Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap nelayan yang diduga tenggelam di perairan Lampung Selatan, Senin (29/7/2024). Tiga jam lebih pencarian terhadap nelayan yang diduga tenggelam di Bakauheni, Lampung Selatan, belum juga membuahkan hasil. Tim SAR tak kunjung menemukan tanda-tanda keberadaan nelayan yang diketahui bernama Ibnu Hakim (71) itu. Diketahui, Ibnu Hakim, nelayan asal Dusun Kramat, Desa Sumur 3, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, diduga tenggelam di perairan Rimau Balak, Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (29/7/2024) pagi. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Tiga jam lebih pencarian terhadap nelayan yang diduga tenggelam di Bakauheni, Lampung Selatan, belum juga membuahkan hasil.

Tim SAR tak kunjung menemukan tanda-tanda keberadaan nelayan yang diketahui bernama Ibnu Hakim (71) itu.

Diketahui, Ibnu Hakim, nelayan asal Dusun Kramat, Desa Sumur 3, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, diduga tenggelam di perairan Rimau Balak, Bakauheni, Senin (29/7/2024).

Nelayan tersebut dikabarkan tenggelam di perairan Rimau Balak, Bakauheni, Lampung Selatan, sekitar pukul 07.00 WIB.

Kepala pos SAR Bakauheni, Lampung Selatan Rezie Kuswara membenarkan ada nelayan yang tenggelam di perairan Rimau Balak.

"Waktu kejadian sekitar pukul 7 pagi. Kami terima laporan sekitra pukul setengah 10 pagi tadi," kata Rezie, Senin (29/7/2024).

Lebih lanjut Ia menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan pencarian.

"Pencarian dimulai pukul setengah 10 pagi sampai setengah 1 siang."

"Operasi sempat diberhentikan sementara. Korban masih belun ditemukan," katanya.

"Operasi pencarian kembali dimulai sekitar pukul setengah dua siang ini."

"Jarak dari pos muara piluk ke tkp korban sekitar 2 mil."

"Fokus operasi pencarian di perairan Pulau Rimau dan Pulau Panjurit," sambungnya.

Ia pun menceritakan kronologi tenggelamnya nelayan di Bakauheni.

"Pada Senin (29/7/2024) sekitar pukul 07.00 WIB."

"Saat itu saksi sedang menjemput penumpang dari Pulau Panjurit."

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved