Lifestyle
Komunitas Run a way Ajak Nikmati Proses Berlari
Run a way, sebuah komunitas lari yang berpusat di Lampung, memiliki visi yang berbeda dari sekadar berkumpul untuk berlari bersama.
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Beragam acara hingga komunitas lari pun bermunculan.
Salah satunya adalah Run a way. Run a way, sebuah komunitas lari yang berpusat di Lampung, memiliki visi yang berbeda dari sekadar berkumpul untuk berlari bersama.
Dipimpin oleh Nico Ardian, komunitas ini dibangun untuk membantu setiap anggotanya dalam menikmati proses berlari dan mencapai progres yang signifikan.
“Kita komunitas lari sih tapi kita nggak cuma sekadar lari. Kita maunya orang yang masuk Run a way, anggota kita itu punya progres di lari dan sampai nikmatin lari itu sendiri. Enjoy gitu," kata Nico Ardian, Kapten Komunitas Run a way saat ditemui di Stadion Pahoman, Rabu (31/7/2024).
Nico menjelaskan bahwa mayoritas orang yang baru mulai berlari seringkali mengalami kebingungan tentang bagaimana memulainya.
Mereka sering berusaha berlari cepat dan menyelesaikannya dengan waktu pendek, yang sebenarnya merupakan pendekatan yang salah.
“Lari itu start pelan-pelan terus mulai dari pace, kan ukurannya pace. Awal mungkin orang pace-nya sembilan atau sepuluh menit (dengan jarak) 1 km. Nggak apa-apa rutin aja, terus (meningkat). Sebenarnya kuncinya itu konsisten. Orang itu maunya cepat beres, instan, pengin cepat bisa lari, padahal butuh proses kan,” tambahnya.
Sebagai komunitas, Run a way memiliki program rutin yang melibatkan berbagai jenis latihan, seperti easy run, interval, tempo run, hingga long run.
Semua latihan dilakukan bersama dengan bimbingan pelatih yang sudah bersertifikasi.
Mereka berlatih di Stadion Pahoman, dan sesekali juga di Stadion PKOR. Jadwal latihannya pun beragam, yakni latihan pagi atau sore hari.
"Sebenarnya kita sendiri dari Selasa sampai Sabtu itu terbentuk dengan pola latihan kita sendiri. Dari Selasa misalnya easy run, Rabu interval, Kamis easy run, Jumat tempo run, Sabtu easy run lagi, nah Minggunya biasanya long run bareng di luar supaya nggak bosan. Nah itu agenda setiap harinya."
"Selain Rabu di Stadion Pahoman ini namanya latihan bersama dan latihannya benar-benar dengan certified coach," kata Nico.
"Kalau yang rutin itu dari Selasa sampai Sabtu, lari di stadion bareng. Pagi jam 6 di Stadion Pahoman, tapi ada juga yang di Stadion PKOR, tergantung dari rumahnya dekat mana. Tapi paling banyak di Stadion Pahoman. Ada juga yang tim sore. Jam 5 atau 5.30 ramai," sambung Nico.
Komunitas Run a way terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung tanpa memandang profesi, suku, atau latar belakang. Yang terpenting, komunitas ini hadir bagi orang yang memiliki semangat untuk menekuni olahraga lari.
“Kita nggak ada keterbatasan. Siapa yang mau gabung, tahu jadwalnya, datang aja,” kata Rafiq, salah satu anggota.
Bagi anggota baru pun tidak ada persyaratan khusus. Mereka hanya perlu membawa semangat dan keinginan untuk berlari."Kita sih nggak ada persyaratannya gimana-gimana. Yang join, orang jadi bisa lari, ya feel free lah,” pungkas Nico lagi.
(Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika)
| Film Agak Laen 2 Curi Perhatian Publik, Yasmin Kais Ismail: Komedinya Unik |
|
|---|
| Tips Mix and Match Anting Hijab untuk Hijab Polos dan Bermotif |
|
|---|
| Tren Anting Hijab di Kalangan Anak Muda Bandar Lampung, Ayunda: Bikin Look Lebih Rapi |
|
|---|
| Owner Ninda Tapis Sebut Minim Minat Anak Muda Menyulam Tapis |
|
|---|
| Baju Wastra Lampung, Nafisa Ulfia Risqi: Anggun dan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Komunitas-Run-a-way.jpg)