UIN Raden Intan Lampung

Akselerasi Outcome Hibah Penelitian, LP2M UIN RIL Koordinasi dan Pendampingan untuk Hasil Optimal

Puslit di bawah naungan LP2M UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan pendampingan, Senin (19/8/2024).

Istimewa
Puslit di bawah naungan LP2M UIN RIL menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan pendampingan, Senin (19/8/2024). 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Pusat Penelitian (Puslit) di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Raden Intan Lampung menyelenggarakan kegiatan koordinasi dan pendampingan, Senin (19/8/2024).

Acara dihadiri dosen-dosen penerima Hibah Penelitian, Pengabdian dan Publikasi Ilmiah tahun 2022, Wakil Rektor II yang memberikan arahan, dan Kepala Biro AUPKK yang sharing tentang pentingnya kebersamaan kekompakan dalam menjalankan tugas-tugas organisasi, serta penting memanfaatkan semua potensi yang ada. 

Hadir juga Ketua dan Sekretaris LP2M, Kepala Pusat Penelitian, Kepala Pusat HKI, Paten dan Publikasi, Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Ketua SPI, dan Kepala Pusat Pengembangan Mutu LPM.

Ketua LP2M Prof Dr H A Kumedi Ja’far MH menekankan pentingnya penyelesaian kewajiban yang sesuai dengan pedoman dan klaster yang telah ditetapkan.

“Sebanyak 151 peneliti yang terlibat dalam hibah ini kami kumpulkan untuk memastikan bahwa semua kewajiban dapat diselesaikan tepat waktu. Berdasarkan juknis, apa yang menjadi tagihan kita harus kita tunaikan,” ujarnya.

Prof Kumedi menyoroti pentingnya persiapan publikasi sesuai dengan tuntutan klaster.

“Jika target kita adalah jurnal SINTA 2, maka publikasi harus dipastikan sesuai dengan tuntutan klaster tersebut. Jangan sampai publikasi kita berada di level yang lebih rendah, karena ini akan berdampak pada penilaian dan kelanjutan penelitian ke depan,” tambahnya.

Ketua LP2M juga menyampaikan bahwa Direktur Diktis mendorong para peneliti untuk memanfaatkan media online seperti arina.id untuk mempublikasikan hasil karya mereka, yang akan diberikan penghargaan khusus.

 “Semua hasil penelitian harus dapat diakses oleh publik, tidak hanya terfokus pada publikasi akademik, tetapi juga harus bisa diakses oleh masyarakat luas melalui platform online,” imbuhnya.

Para peneliti diharapkan lebih bertanggung jawab dan proaktif dalam menyelesaikan kewajiban mereka.

Para penerima hibah ditargetkan untuk menyelesaikan seluruh kewajiban dan menghasilkan outcome yang diharapkan paling lambat pada Juli 2025. 

“Seminar Antara untuk penelitian tahun 2025 akan segera digelar, jadi pastikan semua kewajiban sudah terpenuhi,” tutup Prof. Kumedi.

Dalam kegiatan tersebut, arahan dari Wakil Rektor II, Dr Safari Daud MSosI, tidak hanya menekankan pentingnya publikasi penelitian yang berdampak nyata, tetapi juga memberikan motivasi dan semangat kepada para peneliti.

“Penelitian yang kita lakukan harus memiliki efek nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat, bukan hanya selesai di atas kertas. Saya yakin dengan kerja keras dan dedikasi Bapak Ibu, kita bisa mencapai hasil yang lebih dari sekadar memenuhi kewajiban. Mari kita buktikan bahwa kita mampu memberikan kontribusi yang signifikan melalui karya-karya kita,” tegasnya.

Dr Safari juga menegaskan integritas dalam penelitian harus dijaga dan menggarisbawahi komitmen untuk menjalankan penelitian yang beretika dan berdampak positif bagi masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved