Pilkada

Alasan KPU Lampung Timur Tolak Berkas Dawam Rahardjo-Ketut Erawan

Komisioner KPU Lampung Timur Wanahari membeberkan alasan menolak berkas pendaftaran pasangan Dawam Rahardjo-Ketut Erawan.

Tayang:
Dok Tribunlampung.co.id
Komisioner KPU Lampung Timur Wanahari membeberkan alasan menolak berkas pendaftaran pasangan Dawam Rahardjo-Ketut Erawan. 

Sesuai Tahapan

Bawaslu Lampung Timur memastikan proses pendaftaran bakal calon kepala daerah yang dilakukan KPU setempat sudah sesuai dengan tahapan yang berlaku. 

Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Lampung Timur Lailatul Khoiriah. 

"Kami memastikan dalam pelaksanaan penerimaan bakal calon kepala daerah yang dilakukan sesuai tahapan terhitung sejak 27-29 Agustus 2024 hingga masa perpanjangan pendaftaran 2-4 September 2024 pukul 23.59 WIB," kata Lailatul, Kamis (5/9/2024).

Lailatul mengatakan, berkas Dawam Rahardjo-Ketut Erawan telah diterima pada 4 September 2024 malam. 

Namun, berdasarkan aturan, berkas pasangan calon tersebut dinyatakan tidak lengkap oleh KPU Lampung Timur

"Jadi berkas telah diterima tapi ada syarat yang kurang dan tidak terpenuhi syarat pencalonan," ucapnya.

Kendati demikian, Bawaslu Lampung Timur tengah melakukan penelusuran terkait adanya dugaan pelanggaran. 

"Ini masih kami kaji. Dalam waktu dekat Bawaslu akan merilis berita acara, apakah ada pelanggaran atau tidak," tuturnya.

Admin Silon Hilang

Terkait dugaan ancaman yang diterima admin Silon, Lailatul mengatakan pihaknya tengah memeriksanya. 

"Iya, terkait video yang viral, kami tengah melakukan penelusuran, apakah hal itu masuk dalam pidana Pemilu atau seperti apa, ini masih dalam kajian," pungkasnya.

Diketahui, beredar video yang diduga berisi ucapan orang tua seorang admin Silon yang mengaku anaknya mendapat ancaman dalam pendaftaran Dawam Rahardjo-Ketut Erawan.

Dalam video itu, seorang wanita yang mengaku sebagai orangtua staf admin Silon KPU Lampung Timur menyampaikan keluhan lantaran anaknya diduga menghilang. Staf tersebut menghilang saat Dawam-Ketut mendaftar ke KPU setempat.

Dalam video yang diterima Tribun Lampung, Rabu (5/9/2024) malam, terdengar suara seorang ibu yang mengatakan kekecewaannya terhadap fenomena politik di Lampung Timur. Ia mengaku ditelepon sang anak dengan nada suara sedang terancam.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved