Lifestyle

Peringatan Hari Guru Nasional, Amalia: Guru Orang yang Mulia

Bagi Amalia Salsabil Lubna, seorang mahasiswa berusia 19 tahun, arti seorang guru sangatlah mulia.

Tayang:
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Amalia Salsabil Lubna. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Diperingati setiap tanggal 25 November, Hari Guru Nasional adalah momen istimewa untuk mengenang jasa para pendidik yang telah membentuk generasi penerus bangsa.

Guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga menjadi pembimbing, inspirator, dan teladan bagi murid-muridnya.

Bagi Amalia Salsabil Lubna, seorang mahasiswa berusia 19 tahun, arti seorang guru sangatlah mulia.

“Menurut aku guru itu adalah orang yang mulia, yang siap berada di garis terdepan di dunia pendidikan,” ungkapnya pada Kamis (22/11/2024).

Amalia merasakan betul pentingnya peran guru dalam kehidupannya.

Bukan hanya dalam hal menyampaikan ilmu, tetapi juga lewat pengalaman hidup dan nasihat-nasihat yang selalu membekas.

“Guru tuh bagian penting ya dalam kehidupan aku. Banyak hal yang aku nggak tahu jadi tahu, banyak cerita pengalaman hidup yang mereka share ke aku, sebagai pembelajaran dan nasihat buat aku," lanjutnya.

Amalia masih mengingat ucapan gurunya yang terus menjadi pegangan hidup hingga saat ini.

“Kalau mau sukses jangan takut gagal, karena kamu nggak bakal sukses kalau nggak gagal dulu," kenangnya.

Baginya, pesan tersebut menjadi dorongan kuat untuk terus maju meskipun menghadapi berbagai rintangan.

Menghormati guru menurut Amalia tidak hanya sekadar mengucapkan terima kasih, tetapi dengan menunjukkan pencapaian yang membanggakan.

“Dengan cara mengembangkan diri, dan membuat prestasi yang membuat guru bangga melihat anak didiknya,” ungkapnya penuh semangat.

Namun, ia juga menyadari bahwa menjadi guru di masa sekarang tidaklah mudah.

Tantangan terbesar menurut Amalia adalah menghadapi perubahan etika dan moral anak-anak zaman sekarang. 

“Tantangan terbesar saat ini adalah etika dan moral anak,” katanya.

Era digital pun menuntut guru untuk bekerja lebih ekstra.

“Guru harus mengedukasi serta memantau secara ekstra peserta didik, memberi tahu hal yang benar dan salah, karena hal buruk saat ini sangat mudah diakses di semua kalangan," tambahnya.

Amalia juga menyayangkan adanya kasus-kasus negatif yang mencoreng nama baik guru, seperti pelecehan terhadap murid.

Baginya, hal seperti itu sangat tidak pantas dilakukan oleh seseorang yang seharusnya menjadi panutan.

“Guru adalah seseorang yang ditiru dan dicontoh, jadi hal yang nggak wajar dan nggak mencerminkan orang yang berpendidikan sekali sampai bisa seorang ‘guru’ melakukan hal tersebut,” tegasnya.

Sebagai penutup, Amalia lantas menyampaikan pesan penuh apresiasi kepada para guru di seluruh Indonesia.

“Selamat Hari Guru untuk seluruh guru di Indonesia. Pesan aku, tetaplah menjadi seseorang yang kuat, hebat, sabar, dan tak pernah lelah memberi pelajaran yang berharga untuk murid-muridnya."

Ia juga menutup pesannya dengan penuh penghormatan.

“Mungkin kalau nggak ada guru, nggak ada juga orang hebat, pintar, dan kuat di dunia ini. We love teachers ever!”

(Tribunlampung.co.id/Virginia Swastika)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved