Lifestyle
Penting Menumbuhkan Budaya Jujur dan Transparansi Sejak Dini
Demi menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi tentunya harus menumbuhkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak.
Penulis: Putri Salamah | Editor: Reny Fitriani
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Hari Antikorupsi yang diperingati setiap tanggal 9 Desember diharapkan bisa mengingatkan seluruh masyarakat hingga pemangku kepentingan, untuk sadar akan pentingnya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Demi menciptakan lingkungan yang bersih dari korupsi tentunya harus menumbuhkan komitmen yang kuat dari berbagai pihak.
Masyarakat tentunya memiliki banyak harapan kepada pemerintah agar bisa memberantas korupsi yang semakin marak terjadi.
Penanganan korupsi di Indonesia masih dinilai belum bisa membuat efek jera kepada para koruptor.
Praktik korupsi yang semakin marak terjadi di Indonesia ini menjadi keresahan tersendiri bagi masyarakat.
Salah satu mahasiswa di Bandar Lampung, Gita Pratiwi berharap masyarakat semakin sadar bahwa korupsi sangat merugikan banyak pihak.
“Efek dari korupsi ini sangat berdampak bukan untuk kita saja, tapi bagi generasi-generasi muda dan selanjutnya. Menurut saya, sebagai mahasiswa sangat penting untuk menumbuhkan budaya jujur dan transparansi sejak dini,” ujar Gita, Kamis (5/12/2024).
Di momen Hari Antikorupsi Sedunia, Gita ingin agar banyak orang, terutama di lingkungan akademis untuk berbicara tentang bagaimana mencegah korupsi dan seperti apa membangun sistem yang lebih baik.
“Ya tentunya saya berharap Indonesia ke depan bisa bebas dari korupsi, ya. Dan nilai-nilai anti korupsi juga harus ditanamkan kepada para siswa,” ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan oleh seorang wiraswasta Andi Suyanto.
Andi mengatakan sebagai masyarakat biasa ia menilai jika budaya antikorupsi di Indonesia sangat rendah.
“Ya dilihat dari berita di televisi ya, mulai dari perangkat desa, kelurahan, kepala daerah, bahkan sampai pejabat tinggi negara semuanya korupsi. Yang dikorupsi kan uang rakyat juga. Mereka yang menikmati tapi kita masyarakat yang kesusahan tetap susah,” ujar Andi.
Fenomena korupsi di lingkungan pemerintahan membuat Andi bingung apakah bisa pejabat Indonesia bersih dari praktik tersebut.
“Harapannya sih para pejabat bisa lebih mementingkan rakyat ya, nggak memikirkan hidup mereka sendiri. Semoga saja korupsi di Indonesia ini bisa hilang deh,” katanya.
Chania sebagai pengusaha juga berharap agar pemerintah bisa memberikan hukuman yang memberikan efek jera kepada para koruptor.
“Saya berharap pemerintah dapat terus memperbaiki sistem regulasi. Dan memberikan sanksi tegas bagi siapa saja yang terlibat dalam praktik korupsi, baik itu di sektor publik maupun swasta,” tukasnya.
(Tribunlampung.co.id/Putri Salamah)
| Film Agak Laen 2 Curi Perhatian Publik, Yasmin Kais Ismail: Komedinya Unik |
|
|---|
| Tips Mix and Match Anting Hijab untuk Hijab Polos dan Bermotif |
|
|---|
| Tren Anting Hijab di Kalangan Anak Muda Bandar Lampung, Ayunda: Bikin Look Lebih Rapi |
|
|---|
| Owner Ninda Tapis Sebut Minim Minat Anak Muda Menyulam Tapis |
|
|---|
| Baju Wastra Lampung, Nafisa Ulfia Risqi: Anggun dan Modern |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Penting-menumbuhkan-sikap-transparansi.jpg)