Liputan Khusus
Kelapa Langka, HIPKI Desak Pemerintah Genjot Hilirisasi Kelapa
Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) mendesak pemerintah genjot hilirisasi kelapa demi mengantisipasi berkurangnya pasokan kelapa.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Kiki Novilia
"Sejauh ini, wacana hilirisasi kelapa yang dicanangkan oleh pemerintah ini belum terasa efeknya kepada kami," ucap Rudy.
Lebih lanjut, Rudy optimistis Indonesia punya kapasitas produksi untuk mengembangkan industri olahan kelapa berkelanjutan, sehingga hilirisasi kelapa bisa berjalan.
Menurut dia, peran pemerintah sangat penting dalam memperbaiki dan menjaga kredibilitas dalam kesungguhan mendorong kebijakan hilirisasi kelapa.
"Kami tidak ingin produk santan dari industri dalam negeri tidak bisa memproduksi karena tidak ada bahan baku, dan malah kita impor dari luar negeri, sementara bahan bakunya berasal dari Indonesia," pungkasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Lampung Mikdar Ilyas mendorong supaya pemerintah daerah melakukan kajian terhadap komoditas kelapa di Lampung.
"Kalau memang pemerintah daerah melihat ada peluang bagus untuk ekspor, jangka panjang ke depan maka solusinya adalah melakukan pembinaan," katanya.
Mikdar mengatakan, pemerintah bisa mencari bibit kelapa unggul untuk petani dengan mengembangkan perkebunan yang modern.
"Ini perlu dikaji, kalau memang peluang jangka panjangnya bagus, ini bisa jadi solusi hilirisasi hasil pertanian atau perkebunan di Lampung selain singkong," ucap dia.
( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / HURRI AGUSTO )
| 695.962 Usaha Sudah Pakai QRIS, di Lampung Tumbuh 27,80 Persen per Tahun |
|
|---|
| Kendaraan ODOL Picu Jalan yang Sudah Diperbaiki di Lampung Cepat Rusak |
|
|---|
| Gubernur Lampung Target Jalan Mantap 98 Persen Lima Tahun ke Depan |
|
|---|
| Pemprov Lampung Targetkan 52 Ruas Jalan Diperbaiki Tahun Ini |
|
|---|
| Dulu Kubangan Kini Beton, Progres Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Dinas-Perdagangan-ungkap-pemicu-santan-di-Lampung-mahal-karena-kelapa-langka.jpg)