Liputan Khusus

Kelapa Langka, HIPKI Desak Pemerintah Genjot Hilirisasi Kelapa

Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) mendesak pemerintah genjot hilirisasi kelapa demi mengantisipasi berkurangnya pasokan kelapa.

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
KELAPA LANGKA - Ilustrasi pedagang santan kelapa parut tengah melayani pembeli, Sabtu (8/3/2025) di salah satu pasar Bandar Lampung. Himpunan Industri Pengolahan Kelapa Indonesia (HIPKI) mendesak pemerintah genjot hilirisasi kelapa. 

"Sejauh ini, wacana hilirisasi kelapa yang dicanangkan oleh pemerintah ini belum terasa efeknya kepada kami," ucap Rudy.

Lebih lanjut, Rudy optimistis Indonesia punya kapasitas produksi untuk mengembangkan industri olahan kelapa berkelanjutan, sehingga hilirisasi kelapa bisa berjalan.

Menurut dia, peran pemerintah sangat penting dalam memperbaiki dan menjaga kredibilitas dalam kesungguhan mendorong kebijakan hilirisasi kelapa.

"Kami tidak ingin produk santan dari industri dalam negeri tidak bisa memproduksi karena tidak ada bahan baku, dan malah kita impor dari luar negeri, sementara bahan bakunya berasal dari Indonesia," pungkasnya.

Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Lampung Mikdar Ilyas mendorong supaya pemerintah daerah melakukan kajian terhadap komoditas kelapa di Lampung.

"Kalau memang pemerintah daerah melihat ada peluang bagus untuk ekspor, jangka panjang ke depan maka solusinya adalah melakukan pembinaan," katanya.

Mikdar mengatakan, pemerintah bisa mencari bibit kelapa unggul untuk petani dengan mengembangkan perkebunan yang modern.

"Ini perlu dikaji, kalau memang peluang jangka panjangnya bagus, ini bisa jadi solusi hilirisasi hasil pertanian atau perkebunan di Lampung selain singkong," ucap dia.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / HURRI AGUSTO )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved