Mudik Lebaran

Suka Duka Porter di Bakauheni, Dimarah karena Tas Putus dan Hanya Bawa Uang Rp 70 Ribu ke Rumah  

Pemudik di Pelabuhan Bakauheni tercatat berjumlah sekitar 277.379 orang yang telah menggunakan moda tranportasi kapal laut

Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra 
BAWA KOPER - Porter Pelabuhan Bakauheni Agung Bakti saat membawa dua koper milik penumpang yang ingin pergi ke Pulau Jawa, Jumat (28/3/2025). 

Dirinya juga tidak pernah memaksa penumpang untuk mengupahnya. 

"Tadi saya kasih Rp 80 ribu dengan berat beban yang diangkut 70 kg," kata Agung. 

Selama menggeluti pekerjaan ini dia rutin menjaga stamina. "Karena badan capek seminggu sekali minum obat agar badan tetap prima," ujarnya.

Ia juga bercerita bila dia sedang capek tetap harus berhenti dan tidak memaksakan diri. 

"Ada 10 kali mengangkut barang penumpang. Karena kapal eksekutif setiap 1 jam kapal sandar, sementara kapal reguler 2 jam sekali," kata Agung. 

Dirinya mengaku baru 3 tahun bergabung menjadi Porter menggantikan pamannya yang meninggal.

"Adanya lebaran memberi rezeki bagi kami, hari biasa hanya Rp 80 ribu- Rp100 ribu. Kemudian paling banyak itu setengah hari hanya Rp 300 ribu. Kemudian sore ini saya dapat Rp 150 ribu, jadi kalau totalnya saya dapat Rp 450 ribu," kata pria asli Banten ini. 

Dia berharap pada malam takbiran akan banyak orang yang menggunakan jasanya.

"Tahun sebelumnya saat malam takbiran saya dapat Rp 700 Ribu, kalau teman saya pernah mendapat Rp 2 juta-Rp 5 juta," kata Agung. 

Porter Pelabuhan Bakauheni totalnya berjumlah 72 orang, dibagi 3 eksekutif dan reguler. 

 Selama menggeluti profesi ini dirinya pergi dari rumah pukul 07.00 WIB hingga sore. 

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra) 

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved