Berita Terkini Nasional

Siasat Licik IRT Tipu 580 Emak-emak, Jalankan Arisan Fiktif, Kerugian Miliaran

Siasat licik ibu rumah tangga alias IRT di Purwakarta bernama Ayu Rahayu (33), tipu ratusan emak-emak dengan modus arisan hingga investasi bodong.

Tribun Jabar/Deanza Falevi
ARISAN BODONG: Ibu rumah tangga, Ayu Rahayu (33) yang menjadi tersangka penipuan arisan dan investasi bodong saat ditampilkan pada konfrensi pers di Mapolres Purwakarta, Senin (28/4/2025). Berdalih ingin membantu ekonomi warga, Ayu justru meraup keuntungan pribadi hingga miliaran rupiah. Ironinya, korbannya bukan satu dua, tapi 580 orang, mayoritas emak-emak. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Purwakarta - Siasat licik ibu rumah tangga alias IRT di Purwakarta bernama Ayu Rahayu (33), tipu ratusan emak-emak dengan modus arisan  fiktif hingga investasi bodong.

Bahkan, total emak-emak yang menjadi korban investasi bodong dan arisan fiktif yang dijalankan Ayu mencapai 580 orang!

Ayu Rahayu selama bertahun-tahun menjalankan arisan, investasi, dan tabungan fiktif.

Berdalih ingin membantu ekonomi warga, Ayu justru meraup keuntungan pribadi hingga miliaran rupiah. Ironinya, korbannya bukan satu dua, tapi 580 orang, mayoritas emak-emak.

Aksi tipu-tipu ini akhirnya terhenti pada Kamis, (10/4/2025) kemarin, ketika rumah pelaku digerebek warga yang mulai geram dan tak lagi percaya. 

Polisi pun segera turun tangan. Satreskrim Polres Purwakarta bersama Polsek Sukatani langsung mengamankan Ayu di kediamannya. 

Perempuan itu kini resmi ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka penipuan dan/atau penggelapan.

Wakapolres Purwakarta, Kompol Sosialisman Muhammad Natsir, mengungkap bahwa kerugian dari aksi kejahatan Ayu mencapai angka mencengangkan, yaitu Rp 1.027.150.000.

“Modusnya sangat rapi dan berlangsung selama tujuh tahun. Pelaku membangun jaringan arisan dengan 44 grup WhatsApp berisi 10 sampai 100 orang."

"Namun, banyak peserta ternyata fiktif, dibuat sendiri oleh pelaku untuk memenangkan undian dan menutupi kebohongannya,” beber Kompol Sosialisman dalam konferensi pers, Senin (28/4/2025) kemarin.

Menurutnya, Ayu kerap mencairkan uang arisan lebih awal menggunakan nama palsu. Ketika peserta asli menang, ia mendadak hilang jejak. Dari arisan saja, kerugian tercatat mencapai Rp 706 juta.

Tak berhenti di situ, Natsir mengatakan, Ayu juga mengajak enam orang untuk berinvestasi pulsa dengan janji imbal hasil 20 persen. 

Namun, alih-alih mendapat untung, uang itu digunakan untuk menutup kerugian arisan dan kebutuhan pribadi.

Lalu, modus ketiga, lanjut Natsir, tabungan minyak goreng. Ia mengatakan, pelaku menjanjikan 2 liter minyak goreng untuk setiap Rp 1 juta yang ditabung.

Banyak korban tertarik, namun tak satupun janji itu terealisasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved