Liputan Khusus
Harga Santan di Lampung Meroket, Naik Dua Kali Lipat
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Evie Fatmawati menyebut, naiknya harga santan disebabkan kelangkaan buah kelapa.
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung – Dila (30), seorang ibu rumah tangga asal Rajabasa, Bandar Lampung, tampak kesulitan saat akan membeli santan untuk menu masakannya di sebuah minimarket di daerah Rajabasa.
Ia mengaku kesulitan mendapatkan santan, baik yang kemasan ataupun yang ada di pasar tradisional. Bahkan kalaupun ada, harganya tinggi. Dila menyebut, harga santan kelapa sudah meningkat sejak awal tahun 2025.
"Sekarang santan kemasan harganya bisa sampai Rp 7.000 di minimarket, kalau di warung malah bisa sampai Rp 8.000," ujar Dila kepada Tribun Lampung, Sabtu (8/3).
Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Evie Fatmawati mengatakan, naiknya harga santan kelapa disebabkan kelangkaan buah kelapa sejak beberapa waktu belakangan.
Evie berjanji akan berkomunikasi dengan Dinas Perkebunan terkait langkanya kelapa.
Naik Dua Kali Lipat
Diketahui harga santan meroket hingga dua kali lipat di Lampung. Kenaikan harga terjadi sejak awal tahun 2025,terutama untuk santan kemasan.
Harga santan kemasan yang tadinya berkisar Rp 2.700–Rp 3.300 per bungkus, kini dijual Rp 6.100 – Rp 7.000 per bungkusnya. Harga tersebut yang dibanderol di retail modern atau minimarket di Bandar Lampung.
Sedangkan santan dari kelapa parut kini mencapai Rp 32 ribu per kilogram, dari tadinya Rp 22 ribu per kilogram.
Salah satu pedagang santan kelapa di Pasar Perumnas Way Halim, Raja Saragih mengatakan, jika santan di kedai miliknya mengalami kenaikan sejak awal tahun 2025.
"Harga mulai naik itu sejak tahun baru. Kalau sekarang sih harganya kisaran Rp 30-32 ribu, sebelum tahun baru paling cuma Rp 20 ribuan," ujarnya, Sabtu (8/3).
Menurutnya, harga santan mengalami kenaikan seiring meningkatnya harga beli bahan baku kelapa.
"Sekarang harga kelapa bulet saya beli Rp 7.400 per kilo, itu termasuk batok sama air kelapanya. Sedangkan satu biji kelapa bisa sampai 2 kilo lebih kalau yang besar. Akhir tahun lalu harga saya beli masih di bawah Rp 6.000 kalau bulet," kata Raja.
Sementara untuk harga kelapa kupas, menurut Raja, mencapai Rp 11 ribu per kilonya. Pria yang akrab disapa Ucok ini menjelaskan, jika ia membeli bahan baku kelapa dari daerah Lampung Selatan.
Makanya ketika harga kelapa dari agen naik, dia pun akan menyesuaikan.
| 695.962 Usaha Sudah Pakai QRIS, di Lampung Tumbuh 27,80 Persen per Tahun |
|
|---|
| Kendaraan ODOL Picu Jalan yang Sudah Diperbaiki di Lampung Cepat Rusak |
|
|---|
| Gubernur Lampung Target Jalan Mantap 98 Persen Lima Tahun ke Depan |
|
|---|
| Pemprov Lampung Targetkan 52 Ruas Jalan Diperbaiki Tahun Ini |
|
|---|
| Dulu Kubangan Kini Beton, Progres Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-santan-kelapa-di-Lampung-meroket-naik-dua-kali-lipat.jpg)