Lifestyle

Hari Antikorupsi Sedunia, Faradila: Peran Anak Muda Sangat Penting

Hari Antikorupsi Sedunia akan segera menjadi momen pengingat untuk masyarakat tentang dampak merugikan dari korupsi.

|
Penulis: Virginia Swastika | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Faradila Hesty. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar LampungDiperingati setiap tanggal 9 Desember, Hari Antikorupsi Sedunia akan segera menjadi momen pengingat untuk masyarakat tentang dampak merugikan dari korupsi.

Hari ini bukan hanya sebagai seruan untuk bertindak, tetapi juga sebagai kesempatan untuk merefleksikan langkah-langkah yang telah diambil dalam aktif memerangi praktik korupsi.

Faradila Hesty, mahasiswi Manajemen Universitas Lampung yang baru saja dinobatkan sebagai 1st Putri Hijabfluencer Indonesia 2024 pun menjadi salah satu tokoh muda yang ikut menyambut hari tersebut.

Menurut Faradila, korupsi selalu mengingatkannya dengan istilah yang mengarah pada penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan.

"Penyalahgunaan kekuasaan dan kepercayaan untuk keuntungan pribadi, merugikan masyarakat dan negara," kata dia, Jumat (6/12/2024).

Dia menilai bahwa peran anak muda dalam memerangi korupsi sangatlah penting, karena mereka memiliki semangat, ide, dan energi untuk menciptakan perubahan positif.

"Peran anak muda sangat penting dalam melawan korupsi karena mereka memiliki semangat, ide, dan energi untuk menciptakan perubahan yang positif," tambah Faradila.

Selain itu, Faradila juga pernah menyaksikan bentuk-bentuk korupsi kecil dalam kehidupan sehari-hari, seperti nepotisme dan penyalahgunaan dana publik.

Namun, dia percaya bahwa hal tersebut bisa diatasi dengan sikap terbuka dan bertanya langsung untuk meminta transparansi.

"Menghadapinya dengan mengajukan pertanyaan dan meminta transparansi," ujar Dila, sapaan akrabnya.

Faradila juga mengingatkan anak muda untuk menjaga integritas di sekolah, kampus, atau tempat kerja.

"Anak muda dapat menjaga kejujuran dengan mempromosikan integritas, transparansi, dan akuntabilitas di sekolah, kampus, ataupun tempat kerja," tuturnya.

Dia juga percaya bahwa media sosial dapat berperan besar dalam menyebarkan kesadaran akan bahaya korupsi.

"Media sosial dapat membantu mengingatkan orang tentang bahaya korupsi melalui kampanye kesadaran, berbagi informasi, dan mendukung gerakan antikorupsi," jelas Faradila.

Menurutnya dengan berbagai platform media sosial yang tersedia, anak muda bisa menyuarakan nilai-nilai anti-korupsi dengan lebih luas.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved