Berita Lampung
Pembangunan Koperasi Merah Putih Dipercepat, Gubernur Lampung: Manfaatkan Aset Pemda
Pemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh kabupaten/kota di Lampung.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Teguh Prasetyo
Meski demikian, ia menilai langkah tersebut tetap perlu dikaji secara hati-hati, karena pembangunan fasilitas publik seharusnya mengikuti mekanisme yang jelas.
“Saya juga tidak paham mekanisme pembangunan gedungnya seperti apa. Biasanya pembangunan harus melalui lelang atau penunjukan,” tuturnya.
Menurut anggota fraksi Demokrat ini, persoalan yang tidak kalah penting adalah masih kaburnya konsep Koperasi Merah Putih itu sendiri di mata masyarakat desa.
Ia menyebut, banyak kepala desa dan warga yang masih bingung, koperasi tersebut nantinya akan bergerak di bidang apa.
Selain itu, ia juga menilai penerapan konsep Koperasi Merah Putih di wilayah perkotaan seperti Kota Bandar Lampung dan Kota Metro juga patut dipertanyakan.
Menurutnya, kebutuhan masyarakat kota sudah banyak terlayani oleh sistem yang ada, termasuk akses terhadap lembaga keuangan.
“Kalau simpan pinjam di kota, orang tidak harus lewat koperasi. Selama syarat terpenuhi, langsung saja ke bank. Dan bank juga pasti menyalurkan kredit kalau persyaratan lengkap,” ujarnya.
Yozi juga mempertanyakan efektivitas skema simpan pinjam apabila harus melalui koperasi sebagai perantara.
Menurutnya, jika persyaratan pinjaman sudah terpenuhi, jalur langsung ke perbankan justru lebih efisien.
Ia mengakui, hingga saat ini dirinya masih berupaya memahami secara menyeluruh konsep Koperasi Merah Putih.
Bahkan, ia secara terbuka menyatakan perlu belajar lebih dalam mengenai desain program tersebut.
“Saya ini masih perlu belajar. Koperasi Merah Putih itu sebenarnya mau dibawa ke arah mana,” ujarnya.
Yozi kembali mengingatkan agar program yang secara konsep dinilai baik ini tidak berakhir menjadi proyek simbolik semata.
Ia mencontohkan pengalaman masa lalu, termasuk Koperasi Unit Desa (KUD) yang dahulu digulirkan secara masif, namun kini hanya sebagian kecil yang masih bertahan.
“Jangan sampai ini jadi program monumental, tapi monumental yang keropos. Bangunannya ada, tapi aktivitasnya tidak berjalan,” tegasnya.
Secara Vertikal
| Influencer di Bandar Lampung Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polda Lampung |
|
|---|
| Distribusi Tersendat, Harga MinyaKita di Pesawaran Lampung Melonjak |
|
|---|
| Terbagi 2 Kloter, Jemaah Haji Tanggamus Lampung Berangkat 7 Mei dan 17 Mei |
|
|---|
| Hari Kartini dan Hari Bumi 2026: WFD Perkuat Aksi Perempuan Penjaga Hutan |
|
|---|
| Pajak Kendaraan Beda Identitas, Dirlantas Polda Lampung Tunggu Hasil Rakor Tiga Instansi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Sekretaris-Daerah-Provinsi-Sekdaprov-Lampung-Marindo-Kurniawan.jpg)