Mudik Lebaran

Pertamina Siap Jemput Bola, Antar BBM ke Pemudik Terjebak Macet

Pertamina menyiagakan layanan 'jemput bola' berupa 7 unit Motoris untuk mengantarkan BBM ke lokasi kendaraan yang terjebak macet.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id
JEMPUT BOLA - Foto ilustrasi, suasana kendaraan arus balik mudik Lebaran di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (12/4/2024) sore. Pertamina siap jemput bola, antar BBM ke pemudik terjebak macet. 

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel telah memetakan kebutuhan energi Provinsi Lampung sepanjang tahun 2026.

Pertamina juga menyiagakan Satgas Ramadan dan Idul Fitri (RAFI) untuk menjamin kelancaran pasokan.

Berdasarkan data resmi PT Pertamina, total kuota tahunan 2026 untuk Provinsi Lampung terdiri dari 663.420 kiloliter pertalite, 779.231 kiloliter biosolar, dan 219.740 metrik ton (MT) elpiji 3 kg.

Rusminto menjelaskan, menghadapi masa Satgas RAFI 2026, konsumsi pertalite dan elpiji 3 kilogram diprediksi melonjak, sementara solar justru menurun.

"Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel mencatat bahwa untuk wilayah Provinsi Lampung, rata-rata konsumsi harian BBM pada bulan Januari 2026 untuk jenis pertalite berada di kisaran 1.835 kiloliter per hari. Untuk jenis biosolar, konsumsi harian tercatat sekitar 2.201 kiloliter per hari," beber Rusminto.

Rusminto menjelaskan, konsumsi BBM jenis gasoline (pertalite dan pertamax) diproyeksikan mengalami peningkatan signifikan sebesar 36 persen dari penjualan normal.

Rerata penyaluran harian bensin yang biasanya berada di angka 2.439 kiloliter diprediksi melonjak hingga 3.312 kiloliter per hari selama periode Satgas RAFI.

Tren peningkatan ini dipicu oleh tingginya volume kendaraan pribadi yang melintasi jalur mudik utama dan Tol Trans Sumatera.

Pertamina sendiri mengoperasikan total 96 SPBU di jalur lintas dan 11 SPBU di jalur tol guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa mudik.

Fokus utama terletak pada pengamanan stok di titik-titik krusial seperti ruas Tol Trans Sumatera, Jalur Lintas Tengah, Jalur Lintas Timur, dan Jalur Lintas Barat Lampung.

Berbanding terbalik dengan bensin, konsumsi BBM jenis gasoil (biosolar) diproyeksikan mengalami penurunan sebesar 16 persen dari rata-rata normal.

Menurut Rusminto, penurunan ini disebabkan oleh adanya kebijakan pembatasan operasional kendaraan angkutan barang atau truk logistik selama arus mudik dan balik Lebaran.

Secara tahunan, kuota solar adalah yang terbesar.

Namun, selama masa Satgas RAFI, rata-rata penyalurannya diperkirakan turun dari 1.973 kiloliter menjadi sekitar 1.708 kiloliter per hari.

Untuk sektor rumah tangga, penyaluran elpiji PSO 3 kg diproyeksikan naik sebesar 11 persen dibandingkan dengan penjualan normal.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved