Mudik Lebaran

Pertamina Siap Jemput Bola, Antar BBM ke Pemudik Terjebak Macet

Pertamina menyiagakan layanan 'jemput bola' berupa 7 unit Motoris untuk mengantarkan BBM ke lokasi kendaraan yang terjebak macet.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id
JEMPUT BOLA - Foto ilustrasi, suasana kendaraan arus balik mudik Lebaran di Dermaga Eksekutif Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (12/4/2024) sore. Pertamina siap jemput bola, antar BBM ke pemudik terjebak macet. 

Adapun total kuota elpiji 3 kg di Lampung mencapai 219.740 metrik ton (MT) untuk tahun 2026. Alokasi terbesar disalurkan ke Bandar Lampung sebanyak 35.522 MT, disusul Lampung Tengah sebesar 29.685 MT, dan Lampung Selatan 27.583 MT.

Untuk mengantisipasi kenaikan permintaan elpiji saat masa Satgas RAFI, Pertamina menyiagakan 48 agen dan 146 pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Lampung.

Rusminto mengatakan, proses penyaluran elpiji dilakukan dengan pengawasan ketat sesuai regulasi.

"Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel sebagai badan usaha yang ditugaskan menjalankan pendistribusian BBM sesuai dengan kuota serta ketentuan dan regulasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah, guna memastikan penyaluran BBM berjalan optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Terkait penetapan kuota BBM, hal tersebut merupakan kewenangan dan kebijakan pemerintah," tandasnya.

Transportasi Bertambah

Jumlah layanan transportasi di seluruh moda menjelang arus mudik Lebaran di Lampung bertambah. Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan, penambahan ada pada sektor penyeberangan, kereta api, angkutan darat, hingga penerbangan.

Dia menjelaskan, pada layanan penyeberangan saat ini tersedia skema eksklusif dengan total 16 kapal, terdiri dari enam kapal eksklusif 1 dan 10 kapal eksklusif 2, ditambah empat kapal baru.

“Dengan penambahan ini, kapasitas layanan penyeberangan meningkat signifikan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang saat puncak mudik,” ujar Bambang, Rabu (18/2/2026).

Selain itu, Dishub juga menyiapkan enam kapal khusus logistik dan membuka peluang penambahan dua kapal lagi guna memperlancar distribusi barang selama periode Lebaran.

Di sektor perkeretaapian, jumlah perjalanan turut ditingkatkan. Dari sebelumnya lima rangkaian, kini bertambah menjadi delapan rangkaian kereta api dengan total 18 set.

Penambahan ini juga didukung subsidi pemerintah sehingga tarif lebih terjangkau bagi masyarakat.

Untuk angkutan darat, Dishub Lampung telah mengoperasionalkan tujuh terminal tipe B di berbagai kabupaten/kota.

Terminal tersebut melayani angkutan antarkota dalam provinsi (AKDP) guna memperluas jangkauan layanan masyarakat.

“Dengan bertambahnya terminal, distribusi penumpang bisa lebih merata dan tidak terpusat di satu lokasi,” jelasnya.

Sementara di sektor udara, peningkatan layanan ditandai dengan aktifnya kembali status internasional Bandara Radin Inten II. Bandara tersebut dijadwalkan melayani penerbangan internasional rutin, termasuk rute ke luar negeri.

Dishub juga mencatat, frekuensi penerbangan domestik Jakarta–Lampung akan bertambah, terutama pada akhir pekan yang selama ini mengalami keterbatasan armada.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved