Mudik Lebaran

Pemprov Lampung Kebut Perbaikan Jalan Jelang Mudik Lebaran 2026

Pemprov Lampung memastikan seluruh jalan provinsi harus aman dan nyaman saat dilalui saat arus mudik Lebaran 2026 yang akan datang.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Dokumentasi Dinas BMBK Lampung
KEBUT PERBAIKAN JALAN - PERBAIKAN JALAN - Perbaikan jalan provinsi oleh Dinas BMBK Lampung. Pemprov Lampung kebut perbaikan jalan jelang Mudik Lebaran 2026. 

Sementara itu, bagi pengguna jasa yang ingin melakukan pembatalan perjalanan, ASDP memastikan proses pengembalian dana (refund) tetap dilakukan melalui sistem aplikasi resmi perusahaan.

"Kalau refund lewat sistem, lewat aplikasi," ujarnya.

Berdasarkan prediksi sementara, puncak arus mudik di Pelabuhan Bakauheni diperkirakan terjadi pada 15–16 Ramadan atau mendekati pertengahan April 2026. Sedangkan puncak arus balik diprediksi berlangsung pada 27–28 April 2026.

ASDP mengimbau masyarakat yang akan menyeberang dari Pulau Jawa ke Sumatera maupun sebaliknya agar merencanakan perjalanan lebih awal dan membeli tiket secara daring untuk menghindari antrean panjang di pelabuhan.

Dengan berbagai persiapan tersebut, ASDP berharap pelaksanaan angkutan Lebaran 2026 di Pelabuhan Bakauheni dapat berjalan lancar, aman, dan terkendali. 

Titik Kritis

ARUS mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali mengalami lonjakan signifikan dengan jumlah pergerakan nasional mencapai lebih dari 100 juta orang.

Kondisi ini menjadi ujian tahunan bagi sistem transportasi nasional, terutama bagi Provinsi Lampung sebagai gerbang utama Pulau Sumatera.

Dosen Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) sekaligus Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Pemberdayaan Wilayah I (Barat) Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Aditya Mahatidanar Hidayat menilai, kesiapan infrastruktur saja belum cukup untuk menjamin kelancaran arus mudik.

Menurutnya, Lampung memiliki posisi strategis karena menjadi pintu masuk kendaraan dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni. Pada masa puncak arus mudik, puluhan ribu kendaraan keluar dari pelabuhan dan langsung memasuki jaringan jalan darat menuju berbagai wilayah di Sumatera.

“Lampung menjadi salah satu titik kritis transportasi nasional. Saat volume kendaraan melebihi kapasitas jalan, kemacetan tetap bisa terjadi meskipun kondisi jalannya baik,” kata Aditya, Rabu (4/3/2026).

Ia menjelaskan, tingginya volume kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Bakauheni dalam waktu bersamaan berpotensi menimbulkan kepadatan di sejumlah ruas jalan utama.

Karena itu, diperlukan pengaturan arus lalu lintas dan manajemen perjalanan yang baik untuk mengurangi risiko kemacetan.

Selain peningkatan kualitas infrastruktur jalan, Aditya menekankan pentingnya koordinasi antarinstansi serta pengaturan jadwal penyeberangan agar arus kendaraan dapat terdistribusi lebih merata.

Dengan pengelolaan yang tepat, Lampung diharapkan mampu menjalankan perannya sebagai gerbang Sumatera sekaligus menjaga kelancaran arus mudik Lebaran 2026.

(Tribunlampung.co.id/Ryo Pratama/Dominius Desmantri Barus)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved