Mudik Lebaran

BPJN Lampung Sebut 63 Titik Rawan, Terbanyak Longsor

Beberapa lokasi longsor yang menjadi atensi khusus antara lain kawasan Balimbing (Kota Agung Timur) dan sepanjang ruas Lemong. 

Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto
TITIK RAWAN - Kepala BPJN Lampung Ali Duhari menyebutkan ada 63 titik rawan di jalur mudik Lebaran, Jumat (6/3/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung memetakan sebanyak 63 titik rawan di ruas jalan nasional jelang arus mudik Lebaran 2026. 

Pemetaan ini guna memitigasi keselamatan pengguna jalan hingga kecepatan respons terhadap potensi bencana alam yang ada di jalur mudik.

Kepala BPJN Lampung Ali Duhari menyebut, 63 titik rawan tersebut didominasi longsor sebanyak 39 lokasi, diikuti 15 titik rawan kemacetan, 5 titik rawan banjir, dan 4 titik rawan kecelakaan yang masuk kategori sangat berbahaya.

"Untuk titik rawan longsor, paling banyak berada di wilayah ruas Kota Agung-Bengkunat dengan 18 titik tebing dan jurang, serta di Lintas Barat dengan 16 titik," ujar Ali Duhari kepada awak media, Jumat (6/3/2026).

Beberapa lokasi longsor yang menjadi atensi khusus antara lain kawasan Balimbing (Kota Agung Timur) dan sepanjang ruas Lemong hingga perbatasan Bengkulu. 

Di lokasi-lokasi ini, kondisi geografis berupa tebing dan jurang alami pada bagian kiri-kanan jalan sangat rentan mengalami pergeseran tanah saat hujan deras.

Selain longsor, ancaman banjir juga dipetakan di 5 lokasi strategis.

Titik tersebut mencakup ruas batas Kabupaten Lampung Tengah-Lampung Timur, ruas simpang Tanjungkarang-Km 10, serta kawasan Pringsewu dan hingga Nunyai di Rajabasa, Bandar Lampung.

"Penyebab utama banjir biasanya adalah luapan sungai akibat hujan deras dan drainase yang tertutup. Kami sudah instruksikan tim melakukan pembersihan rutin drainase dan bahu jalan untuk meminimalkan risiko ini," tegas Ali.

Sementara untuk kerawanan kecelakaan, BPJN menyoroti tanjakan tajam di Tarahan (Katibung, Lintas Tengah) yang sering memicu rem blong pada kendaraan besar, serta Tebing Batu di Tanjakan Manula (Lemong, Lintas Barat) yang diapit jurang terjal.

"Di jalur curam seperti tarahan kita pasang barrier beton (pembatas) sepanjang kurang lebih satu kilometer karena ada permintaan pihak kepolisian," imbuhnya.

Guna merespons cepat jika terjadi kendala, BPJN Lampung juga menyiagakan alat berat (DRU) yang tersebar di seluruh wilayah kerja.

Adapun alat yang disiagakan meliputi 8 unit dump truck, 7 unit ekskavator, 3 unit pikap, 2 unit baby roller, 1 unit motor grader, dan 1 unit tandem roller.

"Kami juga menyiapkan material tanggap darurat seperti galian CMM, agregat A, aspal TCM, aspal hotmix, hingga aspal CPHMA yang siap digunakan kapan saja terjadi kerusakan mendadak akibat bencana," tambah Ali.

Di sisi lain BPJN juga berfokus mengagani 15 titik pasar tumpah maupun persimpangan yang bisa menjadi pemicu kemacetan penanganan kemacetan saat puncak arus mudik.

Lokasi-lokasi tersebut antara lain Pasar Unit II Tulangbawang, Bandar Jaya, Pasar Natar, hingga kawasan wisata Kalianda dan persimpangan Gedong Tataan.

BPJN juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi SITABA untuk pelaporan kebencanaan secara real-time. 

"Tim Reaksi Cepat (TRC) dan pengawas lapangan diinstruksikan untuk terus berkoordinasi dengan BPBD, kepolisian, dan Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan," imbuhnya.

Pemasangan rambu peringatan rawan longsor dan pembatasan tonase kendaraan juga telah dilakukan di titik-titik kritis. 

"Kami ingin memastikan bahwa infrastruktur jalan siap melayani arus mudik dengan risiko gangguan yang seminimal mungkin. Koordinasi aktif dengan seluruh stakeholder terus kami jalin demi keamanan bersama," ucap Ali Duhari.

Selain kesiapan alat, BPJN Lampung juga menyediakan 10 Posko Lebaran di ruas Lintas Timur, Tengah, dan Barat.

Fasilitas di posko ini dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi pemudik yang kelelahan. 

"Kami siapkan tempat istirahat, toilet portable, wifi gratis, hingga air minum dan makanan ringan. Setiap posko juga terintegrasi dengan petugas pengawas lapangan yang siaga 24 jam," tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved