Berita Lampung

Warga Ragukan Kualitas Perbaikan Jalan di Lampung Tengah: Seperti yang Sudah-sudah

Meskipun perbaikannya berlangsung cepat, Angga tidak yakin kualitas perbaikan jalan akan bertahan sampai arus balik.

Tayang:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
PERBAIKAN TAMBAL SULAM - Perbaikan tambal sulam Jalan Lintas Sumatera di Kabupaten Lampung Tengah menjelang tradisi mudik, Jumat (6/3/2026).  

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TENGAH - Jalan Lintas Sumatera wilayah Kabupaten Lampung Tengah bakal menjadi akses sentral mobilisasi kendaraan yang melakukan mudik lebaran.

Menjelang lebaran, perawatan jalan dilakukan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung, termasuk di wilayah Kabupaten Lampung Tengah. Namun hasil perbaikan yang hanya berupa tambalan memberi ketakutan kepada pengendara, khususnya motor.

Angga Murwanto, selaku warga Simpang Rengas, Kecamatan Bumiratu Nuban, Lampung Tengah mengatakan, perbaikan Jalan Nasional sudah berlangsung dari pertengahan bulan Februari 2026.

Dia mengatakan, perbaikan jalan dilakukan bergiliran dari wilayah Kecamatan Bumiratu Nuban, Gunung Sugih, Terbanggi Besar, dan seterusnya.

Rata-rata lubang yang ditambal berada di pinggir kedua lajur, dengan bentuk tambalan kotak atau persegi panjang, dengan hasil tambalan diaspal timbul atau lebih tinggi dari jalan aslinya.

Baca juga BPJN Target Jalan Nasional di Lampung Bebas Lubang H-10 Lebaran

Meskipun perbaikannya berlangsung cepat, Angga tidak yakin kualitas perbaikan jalan akan bertahan sampai arus balik.

"Perbaikannya model tambal sulam. Seperti yang sudah-sudah, jalan tambal sulam di sini tidak awet dan mudah rusak, apalagi musim hujan seperti ini," kata dia, Jumat (6/2/2026).

Selain itu, lanjutnya, yang ditambal oleh pekerja hanya lubang yang besar saja.

Sementara lubang yang kecil luput dari perbaikan, lubang kecil tersebut paling kecil seukuran bola kasti, dan paling besar seukuran piring.

Dia pun khawatir lubang kecil yang dibiarkan petugas perbaikan jalan akan berpotensi menjadi lubang besar dikemudian hari.

Menjelang tradisi mudik lebaran, Angga menilai kondisi jalan belum aman untuk pemudik, terkhusus motor.

"Dengan tambalan yang tidak merata, ditambah penerangan jalan dengan kondisi serupa, menurut saya pemudik motor harus ekstra hari-hati karena kondisi jalan berpotensi menyebabkan kecelakaan,"

"Saya yang biasa lewat Jalinsum saja masih sering menghantam lubang kecil yang tidak ditambal, lalu bagaimana dengan pemudik yang notabene tidak hafal dan tidak bisa memprediksi posisi jalan yang rusak," kata dia.

Diketahui, BPJN mengebut perbaikan ruas jalan nasional jelang arus mudik lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved