Berita Lampung
Disperindag Lampung Perketat Pengawasan Sembako Jelang Lebaran
Kepala Disperindag Lampung Mohammad Zimmi Skil mengatakan pengawasan dilakukan bersama sejumlah instansi yang tergabung dalam Tim Saber.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung memperketat pengawasan perdagangan bahan pangan, terutama sembako, selama bulan Ramadan hingga menjelang Idul Fitri 2026.
Kepala Disperindag Lampung Mohammad Zimmi Skil mengatakan pengawasan dilakukan bersama sejumlah instansi yang tergabung dalam Tim Saber (Sapu Bersih) Provinsi Lampung.
Menurutnya, tim tersebut bertugas memantau harga, keamanan, dan mutu pangan di berbagai jalur distribusi.
“Disperindag Provinsi Lampung tergabung dalam Tim Saber Provinsi Lampung yang melakukan pemantauan harga, keamanan dan mutu pangan,” kata Zimmi, Minggu (8/3/2026).
Ia menjelaskan, tim tersebut beranggotakan sejumlah instansi, di antaranya Badan Pangan Nasional, Polda Lampung, Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lampung, DPMPTSP Lampung, serta Perum Bulog Wilayah Lampung.
Tim secara rutin melakukan pemantauan harga serta inspeksi mendadak (sidak) terhadap potensi pelanggaran harga, keamanan, dan mutu pangan.
Pengawasan dilakukan mulai dari produsen, distributor, agen, ritel modern, grosir hingga pasar tradisional.
Terkait harga bahan pokok, Zimmi menyebutkan secara umum harga komoditas di Lampung masih relatif stabil.
Berdasarkan data Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per 6 Maret 2026, harga cabai rawit merah tercatat Rp 55.011 per kilogram atau naik sekitar 1,1 persen dibandingkan hari sebelumnya.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan harga pada pekan sebelumnya, sebagian besar komoditas bahan pokok di Lampung cenderung stabil, bahkan menunjukkan tren penurunan.
Untuk menjaga stabilitas harga, Disperindag Lampung terus berkoordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung.
“Kami mendorong TPID kabupaten/kota maupun dinas perdagangan di daerah untuk melaksanakan gerakan pangan murah guna menjaga harga bahan pokok agar tidak terjadi gejolak harga yang signifikan,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Satgas Pangan untuk mengawasi ketersediaan bahan pokok di tingkat distributor agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang biasanya meningkat menjelang Idul Fitri.
Selama Ramadan, Disperindag juga telah menggelar pasar murah di sejumlah wilayah.
Zimmi menyebutkan, hingga saat ini kegiatan pasar murah telah dilaksanakan sebanyak delapan kali dan masih akan ditambah tiga kali lagi hingga mendekati Lebaran.
| Sidang Korupsi SPAM Pesawaran, Saksi: Banyak Perusahaan Daftar tapi Hanya Satu Menawar |
|
|---|
| Nelayan Lampung Timur Terjepit Solar Mahal, Kampung Merah Putih Jadi Harapan |
|
|---|
| Overstay, WNA Singapura Ditangkap Imigrasi Bandar Lampung di Rumah Istri Siri |
|
|---|
| Populasi Burung Kicau di Sumatera Terancam Punah akibat Perdagangan Ilegal |
|
|---|
| Buntut Perdagangan Ilegal, Populasi Burung Kicau di Sumatera Nyaris Punah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Harga-beras-di-Pesawaran-mengalami-kenaikan-sejak-awal-Ramadan.jpg)