Mudik Lebaran

Lampu Jalan Padam Saat Mudik, DPRD Lampung Ingatkan Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan 

DPRD Lampung menegaskan kondisi minim penerangan di jalur lintas, termasuk sekitar pintu tol Sumatera, dapat meningkatkan risiko kecelakaan

|
Penulis: Riyo Pratama | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id
PJU - Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lampung Iswan A Caya. Dia menyatakan kondisi minim penerangan di jalur lintas, termasuk sekitar pintu tol Sumatera, dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari saat volume kendaraan meningkat tajam. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Saat mudik Lebaran 2026, persoalan lampu penerangan jalan umum (PJU) yang padam di sejumlah ruas strategis di Lampung dinilai bukan sekadar gangguan teknis, tetapi berpotensi menjadi ancaman serius bagi keselamatan pengguna jalan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Lampung, Iswan A Caya, menegaskan kondisi minim penerangan di jalur lintas, termasuk sekitar pintu tol Sumatera, dapat meningkatkan risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari saat volume kendaraan meningkat tajam.

Menurutnya, persoalan ini juga menyentuh aspek tanggung jawab pemerintah sesuai kewenangan masing-masing. Ia menekankan bahwa pembagian kewenangan sebenarnya sudah jelas, mulai dari pemerintah provinsi untuk jalan provinsi, pemerintah pusat untuk jalan nasional, hingga pengelola tol untuk ruas tol.

“Kalau sampai terjadi kecelakaan akibat minimnya penerangan, maka pihak yang berwenang tidak bisa lepas dari tanggung jawab,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).

Iswan menilai, kondisi lampu jalan yang tidak berfungsi seharusnya menjadi perhatian serius, terlebih Lampung merupakan salah satu jalur utama pemudik di Sumatera. Ia mengingatkan bahwa kelengkapan infrastruktur keselamatan tidak boleh diabaikan, apalagi dalam momentum krusial seperti mudik Lebaran.

Dalam pembahasan APBD 2026, Komisi IV DPRD Lampung disebut telah mendorong adanya alokasi anggaran khusus untuk perbaikan dan pemeliharaan PJU. Tidak hanya itu, penerangan di titik rawan seperti perlintasan kereta api juga diminta menjadi prioritas.

“Keselamatan jalan itu sistem. Bukan hanya soal kondisi jalan, tapi juga penerangan, rambu, dan marka. Kalau salah satu tidak terpenuhi, risikonya besar,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya langkah preventif dibanding reaktif. Pemerintah diminta tidak menunggu terjadinya insiden baru bergerak melakukan perbaikan.

Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat saat mudik, DPRD berharap seluruh pihak segera memastikan fasilitas pendukung keselamatan jalan dalam kondisi optimal.

“Komitmen mudik aman dan nyaman harus dibuktikan dengan kesiapan di lapangan, termasuk memastikan lampu jalan benar-benar berfungsi,” tegasnya.

( Tribunlampung.co.id / Riyo Pratama ) 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved