Berita Lampung
Idul Fitri 1447 H, Muhammadiyah Lampung Tekankan Perkuat Ketakwaan dan Ekonomi
Bendahara Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung berpesan kepada warga Muhammadiyah yang melaksanakan salat Idul Fitri.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Bendahara Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Warsito, berpesan kepada warga Muhammadiyah yang melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H.
- Warsito yang juga bertindak sebagai khatib salat Idul Fitri mengingatkan pentingnya memedomani ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa.
- Di akhir khutbahnya, Warsito mengajak jamaah menjadikan Idul Fitri sebagai momentum memperkuat ketakwaan dan ketahanan keluarga.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Bendahara Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung, Prof. Warsito, berpesan kepada warga Muhammadiyah yang melaksanakan salat Idul Fitri 1447 H di tengah gejolak global.
“Warga Muhammadiyah diharapkan meningkatkan ketakwaan dan kemandirian di tengah gejolak global,” kata Prof. Warsito di Kompleks Perguruan Muhammadiyah Langkapura, Kota Bandar Lampung, Jumat (20/3/2026).
Dalam khutbahnya, Warsito mengawali dengan rasa syukur.
“Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah mempertemukan kita dengan hari kemenangan, hari Idul Fitri, setelah kita menjalani ibadah Ramadan 1447 Hijriah,” ujarnya.
Warsito yang juga bertindak sebagai khatib salat Idul Fitri mengingatkan pentingnya memedomani ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa.
Baca juga: Muhammadiyah Pesawaran Gelar Salat Id di Puluhan Titik, PDM Tekankan Persatuan Umat
Menurutnya, ketakwaan bukan hanya diwujudkan dalam ibadah ritual, tetapi juga dalam sikap, cara berpikir, serta kesiapan menghadapi kehidupan.
“Allah SWT berfirman: ‘Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa’ (QS Ali Imran: 102),” ucapnya.
Mantan Dekan FMIPA Universitas Lampung ini menjelaskan bahwa Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk kembali kepada fitrah, yakni sebagai hamba Allah yang bersih hati, lurus pikiran, dan siap melangkah menghadapi kehidupan dengan iman dan ketakwaan.
Menurutnya, Ramadan telah mendidik umat untuk menahan diri, melatih kesabaran, dan mengendalikan hawa nafsu. Nilai-nilai tersebut tidak hanya berlaku selama satu bulan, tetapi juga menjadi bekal menghadapi kehidupan yang semakin kompleks.
“Kita hidup di zaman yang penuh dinamika global. Saat ini dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik,” ujarnya.
Ia menyinggung konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel sejak 28 Februari lalu. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya berdampak pada politik internasional, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kehidupan masyarakat.
Warsito menjelaskan, ketegangan di kawasan strategis seperti Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi energi dunia dapat berdampak luas. Sekitar 27 persen perdagangan minyak mentah dan 20 persen LNG dunia melewati selat tersebut.
“Setiap hari lebih dari 125 kapal tanker melewatinya. Kini, lebih dari 700 kapal tanker antre akibat penutupan jalur tersebut,” jelasnya.
Dampaknya, lanjut Warsito, akan dirasakan oleh seluruh negara, termasuk Indonesia, seperti kenaikan harga bahan bakar, naiknya harga kebutuhan pokok, serta tekanan pada ekonomi rumah tangga.
“Ujian ini adalah bagian dari kehidupan. Yang membedakan adalah bagaimana kita menyikapinya,” katanya.
| Dua Motor Raib di Masjid Gontor Bandar Lampung |
|
|---|
| Truk Tabrak Bus di Tol Lampung, Penumpang Asal Temanggung Luka Berat |
|
|---|
| Rendahnya TKA di Lampung Disorot, DPRD Dorong Peningkatan Kompetensi Guru |
|
|---|
| KONI Pusat: Sejumlah Venue Lampung Penuhi Syarat PON |
|
|---|
| Jelang Munas HIPMI, Lampung Satu Suara dan Siap Jadi Tuan Rumah Kongres |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Muhammadiyah-Lampung-Tekankan-Perkuat-Ketakwaan-dan-Ekonomi.jpg)