Berita Lampung

Syafiq di Mata Guru dan Teman, Kalem, Santun dan Religius 

Rabu siang (25/3/2026), kabar memilukan menyelimuti keluarga besar SMPN 2 Kalianda, Lampung Selatan seiring meninggalnya M. Syafiq Syahreza

Tayang:
ISTIMEWA/Dominius Desmantri Barus
EVAKUASI JENAZAH - Petugas saat menemukan dan mengevakuasi jenazah M. Syafiq Syahreza (16)ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, Rabu (25/3/2026). 

Di sekolah, suasana tak kalah sendu. Bangku tempat Syafiq biasa duduk kini kosong. Kenangan tentang dirinya justru terasa semakin hadir, dalam tawa kecil, dalam sapaan sederhana, dalam diamnya yang menenangkan.

Pihak sekolah pun berusaha hadir, tak hanya sebagai institusi, tetapi sebagai keluarga kedua. Mereka mendampingi orang tua Syafiq sejak awal pencarian hingga proses pemakaman.

“Kami terus berupaya memberikan dukungan moril agar keluarga tetap kuat dan tabah,” ujar Retno.

Sebagai bentuk empati, pihak sekolah memberikan tali asih yang disampaikan secara santun melalui kotak duka.

Papan bunga belasungkawa juga dikirimkan bersama Dinas Pendidikan sebagai simbol kepedulian.

Rencananya, kunjungan lanjutan akan dilakukan pada Senin mendatang, bukan sekadar formalitas, tetapi sebagai upaya menjaga ikatan yang telah terjalin.

Kepergian Syafiq menjadi pengingat getir tentang bahaya yang mengintai di balik keindahan laut. Namun lebih dari itu, ia meninggalkan jejak kebaikan yang tak mudah hilang.

Di hati keluarga, guru, dan sahabatnya, Syafiq akan selalu hidup—sebagai anak baik yang pergi terlalu cepat, bersama doa yang tak pernah putus.

“Semoga almarhum husnul khatimah,” ucap Retno pelan.

( Tribunlampung.co.id / Dominius D Barus )  

 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved