Breaking News

Berita Lampung

Syafiq di Mata Guru dan Teman, Kalem, Santun dan Religius 

Rabu siang (25/3/2026), kabar memilukan menyelimuti keluarga besar SMPN 2 Kalianda, Lampung Selatan seiring meninggalnya M. Syafiq Syahreza

Tayang:
ISTIMEWA/Dominius Desmantri Barus
EVAKUASI JENAZAH - Petugas saat menemukan dan mengevakuasi jenazah M. Syafiq Syahreza (16)ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, Rabu (25/3/2026). 

Tribunlampung.co.id, Lampung Selatan - Duka itu datang seperti ombak yang tak terduga. Diam-diam, lalu menghantam begitu keras. 

Rabu siang (25/3/2026), kabar memilukan menyelimuti keluarga besar SMPN 2 Kalianda, Lampung Selatan.

Seorang siswa mereka, M. Syafiq Syahreza (16), ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah sehari sebelumnya dilaporkan terseret ombak di Pantai Batu Rame, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda.

Di lingkungan sekolah, nama Syafiq bukan sekadar deretan absen. Ia adalah sosok yang dikenal kalem, santun, dan religius.

 Tak banyak bicara, tetapi kehadirannya meninggalkan kesan hangat bagi teman-teman dan para guru.

“Dia anak yang baik, tidak banyak tingkah, sopan,” tutur Person in Charge SMPN 2 Kalianda, Retno Dwi Jayanti, dengan suara lirih.

Sejak kabar hilangnya Syafiq beredar, harapan sempat menggantung di antara doa-doa yang dipanjatkan.

Namun, takdir berkata lain. Tim SAR gabungan menemukan tubuh remaja kelas IX B itu sekitar 500 meter dari lokasi awal ia terseret arus, di perairan Pantai Batu Rame.

Peristiwa itu bermula sehari sebelumnya, Selasa sore (24/3/2026). Syafiq bersama enam rekannya bermain air di kawasan pantai.

Menjelang senja, sekitar pukul 17.47 WIB, ombak besar datang menghantam area bebatuan yang dikenal rawan, Batu Gosong. Dalam hitungan detik, tubuh Syafiq terseret arus kuat.

Ia sempat terlihat berjuang melawan gelombang, sebelum akhirnya hilang dari pandangan.

Laporan cepat disampaikan ke petugas Damkarmat Lampung Selatan, lalu diteruskan ke Basarnas.

Tim rescue dari Pos SAR Bakauheni bergerak menuju lokasi, menembus jarak puluhan kilometer dalam upaya pencarian yang berpacu dengan waktu.

Namun, pencarian itu berakhir pilu.

Saat jenazah ditemukan dan dievakuasi ke Rumah Sakit Bob Bazar Kalianda, tangis keluarga pecah. Harapan yang semula menggantung, kini luruh menjadi duka yang mendalam.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved