Blokade Rel KA Bandar Lampung
Warga Minta KAI Pasang Palang Perlintasan, Buntut Blokade Rel di Bandar Lampung
Warga RT 01 Lingkungan 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, berharap ada palang pintu dan petugas jaga di perlintasan KA.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Warga di Kelurahan Ketapang, Bandar Lampung minta palang pintu dan penjaga di perlintasan kereta.
- Permintaan muncul usai insiden kecelakaan dan sempat ada aksi blokade rel.
- Selama ini perlintasan tanpa palang, hanya ada portal pembatas kendaraan.
- Tercatat sudah tiga kali kecelakaan, termasuk minibus tertabrak kereta.
- Warga berharap PT Kereta Api Indonesia memasang palang demi keselamatan.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Warga RT 01 Lingkungan 2, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang, Kota Bandar Lampung, berharap ada palang pintu dan petugas jaga di perlintasan kereta api di wilayah mereka.
Permintaan ini muncul setelah sempat terjadi aksi blokade rel oleh sekelompok orang beberapa waktu lalu.
Ketua RT 01 Lingkungan 2, Faizal Amir, mengatakan dirinya mewakili warga hanya bisa mengusulkan kepada PT KAI agar perlintasan tersebut dilengkapi palang pintu serta penjaga.
“Kami hanya sebatas bisa mengusulkan atau meminta agar ada palang perlintasan dan dijaga oleh petugas,” kata Faizal saat diwawancarai Tribun Lampung dalam program Saksi Kata, Senin (30/3/2026).
Menurutnya, harapan warga sederhana: agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan korban. Namun, keputusan untuk memasang palang pintu tetap menjadi kewenangan PT KAI.
Baca juga: 3 Tuntutan Pemilik Mobil yang Terserempet Kereta Api di Lampung hingga Blokade Rel
Faizal juga mengingatkan masyarakat yang melintas di rel tersebut, baik warga Garuntang maupun dari luar daerah, agar selalu berhati-hati dan mematuhi rambu lalu lintas.
Ia menjelaskan, jalan di wilayah itu merupakan jalur alternatif dari Jalan Bypass menuju Jalan Yos Sudarso. Jalan tersebut juga bisa tembus ke arah Sukaraja maupun Panjang.
“Jalan ini sekarang sudah bagus, sudah dicor rabat beton sejak 2016,” ujarnya.
Dulu, kata Faizal, kondisi jalan di sana rusak dan belum banyak dilalui kendaraan. Karena itu, sejak awal memang belum pernah ada palang pintu perlintasan.
Setelah pemerintah melakukan pembangunan dan jalan diperbaiki hingga tembus ke kawasan Kuala menuju Jalan Yos Sudarso, aktivitas kendaraan pun semakin ramai.
Di sekitar lokasi juga terdapat kawasan pendidikan. Ada dua SMP negeri dan satu SMA negeri, sehingga lalu lintas di jalan itu semakin padat.
Selama ini, kata Faizal, PT KAI hanya memasang portal pembatas tinggi kendaraan agar truk besar tidak melintas di jalur tersebut. Tujuannya untuk mencegah kemacetan sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di area sekolah.
“Kalau palang pintu memang dari dulu tidak ada. Tapi harapan kami setelah kejadian ini mudah-mudahan bisa dipasang demi keselamatan bersama,” ujarnya.
Faizal menyebut, selama dirinya menjabat sebagai RT, sudah tiga kali terjadi kecelakaan di perlintasan tersebut.
Peristiwa paling parah terjadi beberapa waktu lalu ketika sebuah minibus yang membawa karyawan bank tertabrak kereta pada siang hari.
| PT KAI Serahkan Kasus Blokade Rel ke Polresta, Soroti Pelat Mobil Korban |
|
|---|
| Ketua RT Sebut Tak Ada Konfirmasi, Sesalkan Aksi Blokade Rel oleh Warga |
|
|---|
| Wali Kota Bandar Lampung Minta KAI Bangun Palang Pintu Perlintasan |
|
|---|
| Polresta Bandar Lampung Koordinasi dengan Dishub Dalami Kasus Blokade Rel |
|
|---|
| Aksi Blokade Rel di Lampung Viral, KAI Tegaskan Ada Sanksi Pidana Bagi Pelaku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warga-Minta-KAI-Pasang-Palang-Perlintasan-Buntut-Blokade-Rel-di-Bandar-Lampung.jpg)