Berita Lampung

Kunker ke Lampung, Wamenkes Tegaskan Pentingnya Deteksi Penyakit TB

Di Lampung sendiri, berdasarkan data tahun 2025, jumlah kasus TB yang ditemukan mencapai 20.375 kasus.

Tribunlampung.co.id/Dominius Desmantri Barus
KUNKER - Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus dan Wamendagri Akhmad Wiyagus meninjau Puskesmas Rawat Inap Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan pentingnya pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi penyakit tuberkulosis (TB). Hal itu diperlukan untuk memutus rantai penyebaran penyakit TB di masyarakat.

Berdasarkan data Kemenkes, pada tahun 2025, Indonesia diperkirakan menanggung beban kasus TB yang sangat tinggi, yakni mencapai sekitar 1,09 juta hingga 1,1 juta kasus. Angka itu menempatkan Indonesia di posisi kedua kasus TB terbesar di dunia setelah India. 

Wamenkes menyebut, dari estimasi 1,09 juta kasus TB di Indonesia, sekitar 867 ribu kasus telah ditemukan.

Target pemerintah adalah mendeteksi dan mengobati 1 juta kasus pada tahun 2025, dengan fokus pada penguatan layanan primer dan peningkatan cakupan terapi pencegahan. 

Di Lampung sendiri, berdasarkan data tahun 2025, jumlah kasus TB yang ditemukan mencapai 20.375 kasus. Dari angka tersebut, kebutuhan paket pelacakan kontak (contact tracing) diperkirakan mencapai 1.019 paket.

Sementara di Kota Bandar Lampung tercatat sebanyak 4.301 kasus TB, dengan kebutuhan sekitar 215 paket contact tracing.

Perhitungan ini menggunakan formula standar nasional, yakni setiap 100 kasus membutuhkan 5 paket pelacakan kontak guna mengidentifikasi dan memutus rantai penularan di masyarakat.

Wamenkes mengatakan, pemeriksaan wajib dilakukan terhadap keluarga pasien TB, termasuk lingkungannya, guna memutus rantai penyebarannya.

"Untuk penderita TB, keluarga dan lingkungan sekitarnya juga harus dilakukan pemeriksaan paru. Karena seseorang bisa saja terinfeksi hari ini, tetapi gejalanya baru muncul dan terdeteksi tahun depan," ujar Benjamin saat meninjau Puskesmas Rawat Inap Way Halim, Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Wamenkes terlihat bersama Wamendagri Akhmad Wiyagus. Kedua pejabat pusat itu didampingi Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Bandar Lampung.

Benjamin menegaskan, peran aktif puskesmas dalam melakukan tracing atau pelacakan kontak erat menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan. Ia meminta agar tenaga kesehatan tidak hanya menunggu pasien datang, tetapi juga proaktif turun ke lapangan.

Menurutnya, masih tingginya potensi kasus baru TB menunjukkan bahwa upaya pencegahan belum berjalan maksimal. Ia mencontohkan, dalam satu wilayah bisa saja terdapat ratusan pasien yang telah diobati, namun kasus baru kembali muncul dalam jumlah yang sama di tahun berikutnya.

"Kalau dalam satu kecamatan ada 100 orang yang sudah diobati, tapi tahun depan muncul lagi 100 pasien baru, itu artinya pencegahannya belum berjalan maksimal. Jika pencegahan tidak diperkuat, maka kasus baru akan terus muncul setiap tahun," tegasnya.

Lampung Masuk 11 Provinsi Prioritas

Benjamin juga menyebut fakta bahwa Lampung masuk dalam 11 provinsi prioritas percepatan penanggulangan TB di Indonesia. Hal itu dikatakan Benjamin dalam kunjungan kerja di Aula Semergou, Kantor Pemkot Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved