Berita Lampung

Pola dan Motif Helau Batik Datang dari Insting, Emosi hingga Ikon Daerah

Ide bisa datang dari emosi, seperti perasaan sedih atau refleksi pribadi, yang kemudian dituangkan dalam bentuk motif abstrak. 

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Bintang Puji Anggraini
BATIK KONTEMPORER - Eko Wahyudi dan Eka Sri Hariyanti saat memamerkan kain batik kontemporer miliknya pada Jumat (1/5/2026). 

“Kita masih produksi berdua, jadi dalam sehari maksimal 5 kain kalau mood sedang bagus,” tuturnya.

Dalam sebulan, Eko menargetkan produksi sekitar 20 lembar kain, meski realisasinya berkisar antara 10 hingga 15 lembar.

Untuk harga, Helau Batik menawarkan variasi yang cukup beragam.

Batik kontemporer sederhana dijual mulai dari Rp 250 ribu hingga Rp 300 ribu, sementara karya dengan proses lebih rumit dan batik cerita dapat mencapai Rp 1 juta per lembar.

Meski menghadapi berbagai tantangan, seperti menjaga konsistensi produksi dan pemasaran, Helau Batik perlahan menunjukkan perkembangan. 

Dukungan dari pemerintah daerah dan berbagai instansi turut membantu memperluas jangkauan pasar. 

Bahkan, produk mereka telah menjangkau luar daerah seperti Boyolali, Bekasi, hingga Padang.

Di balik kesuksesan tersebut, peran Eka Sri Hariyanti sebagai istri sekaligus marketing juga sangat penting. 

Ia mulai aktif membantu sejak 2021, terutama dalam hal pemasaran dan pengelolaan usaha. Berkat kerja sama keduanya, Helau Batik kini semakin dikenal dan memiliki pelanggan setia.

“Dari awal hanya satu-dua orang yang mengenal, sekarang alhamdulillah semakin banyak yang datang dan membeli,” ujar Eka.

Melalui Helau Batik, mereka tidak hanya menciptakan karya seni yang indah, tetapi juga mengangkat identitas budaya Lampung ke panggung yang lebih luas dengan sentuhan modern yang segar.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/ Bintang Puji Anggraini)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved