Polisi Meninggal Ditembak di Lampung

Keluarga Bripka Arya Supena Akan Kirim Doa 7 Hari Kepergian Ksatria Bhayangkara

Keluarga Bripka (Anumerta) Arya Supena akan kirim doa 7 hari kepergian ksatria Bhayangkara malam ini.

Tayang:
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Reny Fitriani
Dokumentasi
UNDANGAN YASINAN - Flayer undangan yasinan dan tahlilan Bripka Arya Supena, Sabtu (16/5/2026). 

Ia berharap ada perhatian khusus dari institusi Polri terhadap keberlangsungan hidup dan masa depan pendidikan kedua anak Arya.

"Kami sangat berharap kepada Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda Lampung untuk memberikan perhatian kepada kedua anak almarhum. Mereka masih kecil-kecil," ucap Sukadi.

Harapan ini disampaikan Sukadi bukan tanpa alasan.

Arya gugur bukan karena kelalaian, melainkan karena dedikasinya yang tinggi terhadap tugas. 

Meski sudah lepas dinas, kata dia, naluri kepolisiannya untuk menolong masyarakat tetap menyala hingga tetes darah terakhir.

Sukadi mengenang Arya sebagai sosok yang sangat disiplin sejak masa persiapan masuk polisi.

Kegigihan Arya yang rela tidak pulang berbulan-bulan demi bimbingan belajar, hingga pola hidup sehat tanpa rokok, menjadi kenangan yang akan selalu ia ceritakan kepada kedua cucunya kelak.

Kini, Sukadi hanya berharap kedua cucunya dapat tumbuh besar dengan bangga atas nama besar ayahnya. 

Ia berharap dukungan dari institusi Polri dapat membantu mewujudkan masa depan yang layak bagi anak-anak seorang pahlawan yang gugur demi keamanan masyarakat Lampung tersebut.

"Saya selalu pesan ke dia, jadilah polisi yang baik dan cari rezeki yang halal. Itu yang dia pegang sampai meninggal," kenang Sukadi.

(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra/Fajar Ihwani Sidiq) 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved