Penembakan di Kota Metro
Polda Lampung Ingatkan Penggunaan Senpi yang Melawan Hukum Bakal Ditindak Serius
Polda Lampung mengingatkan penggunaan senpi secara melawan hukum akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: soni yuntavia
Pelaku penembakan terhadap seorang pedagang ayam geprek berinisial D, yang juga merupakan pegawai negeri sipil (PNS) asal Lampung Tengah, akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Lampung Utara, Minggu (24/5/2026).
Pelaku berinisial F (21) datang didampingi ayah serta keluarganya. Prosesi penyerahan diri itu turut disaksikan Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, dan Dirreskrimum Polda Lampung Kombes Pol Indra Hermawan.
Selain menyerahkan diri, pelaku juga menyerahkan senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan tersebut. Saat ini, F telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Wakil Bupati Lampung Utara, Romli, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan jajaran kepolisian atas peristiwa yang menimbulkan keresahan tersebut.
“Kami mewakili masyarakat Lampung Utara menyampaikan permohonan maaf karena warga kami telah membuat gaduh,” ujar Romli di Mapolres Lampung Utara.
Ia menegaskan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya proses penegakan hukum kepada kepolisian sesuai aturan yang berlaku.
“Kami percaya kepada institusi Polri dalam penegakan hukum. Kami berharap pelaku dapat dibimbing dan diproses sesuai ketentuan,” katanya.
Romli juga menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian dari Polres Metro, Polres Lampung Utara, hingga Polda Lampung yang telah bekerja keras mengungkap kasus tersebut.
“Terima kasih kepada seluruh anggota Polri yang telah bekerja siang dan malam. Sekali lagi kami mohon maaf atas kejadian ini,” ujarnya.
Sebelumnya, korban D dilaporkan tewas setelah ditembak pelaku dalam peristiwa yang terjadi di wilayah Lampung Tengah. Kasus tersebut sempat menjadi perhatian masyarakat luas dan memicu pengejaran intensif oleh aparat kepolisian.
Berubah Mencekam
Suasana nonton bareng (nobar) film di Ganjar Asri, Metro Barat, Lampung mendadak berubah mencekam setelah terjadi aksi penembakan terhadap Dedi Kristian Agung (40), Minggu (24/5/2026).
Puluhan warga yang awalnya berkumpul untuk nobar sontak panik saat mendengar suara tembakan dari depan lapak ayam geprek milik korban.
Saksi mata bernama Iqdam mengatakan, sebelum penembakan terjadi, korban dan pelaku sempat terlibat adu mulut selama sekitar lima menit hingga berujung perkelahian fisik.
“Awalnya cekcok dulu, lalu berantem,” kata Iqdam.
| Aksi Nekat Pelaku Tembak ASN Lampung Tengah di Depan Anak-Istri |
|
|---|
| Pemicu Dedi Ditembak Tepat di Depan Istri dan 2 Anaknya, Roboh Bersimbah Darah |
|
|---|
| Wabup Lampung Utara Minta Maaf, Penembakan di Metro Timbulkan Keresahan |
|
|---|
| Suasana Nobar Jadi Mencekam, dari Adu Mulut Pelaku Tembak Kepala Korban |
|
|---|
| Sebelum Dievakuasi Tubuh ASN Lampung Tengah Terkapar Selama 15 Menit Pasca Ditembak |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ucapan-duka-cita-untuk-korban-penembakan-di-Metro.jpg)