Berita Lampung

Dialog dengan Azis Gagap, Mikdar Sebut MBG Berdampak pada Gizi dan Lapangan Pekerjaan

Hal itu mengemuka dalam dialog anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas bersama komedian Azis Gagap dan relawan MBG di Hotel Emersia Bandar Lampung.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Istimewa
DIALOG MBG - Dialog anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas bersama komedian Azis Gagap dan relawan MBG di Hotel Emersia Bandar Lampung, Sabtu (24/5/2026) malam. 

Menurut Azis, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang utuh mengenai pelaksanaan program, termasuk tantangan yang dihadapi di lapangan.

“Jangan sampai informasi yang diterima masyarakat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Program ini juga menjadi bagian dari edukasi sosial, sehingga masyarakat perlu memahami bagaimana mekanisme dan manfaatnya,” kata Azis.

Ia menilai para pemangku kepentingan, termasuk wakil rakyat, perlu aktif menyampaikan perkembangan program melalui berbagai media agar informasi dapat menjangkau masyarakat lebih luas.

Azis juga menyoroti keterlibatan relawan yang sebagian besar berasal dari lingkungan sekitar dapur MBG.

Menurutnya, para relawan tidak langsung bekerja begitu saja, tetapi mendapatkan pembekalan terlebih dahulu mengenai cara kerja, penggunaan alat hingga kebersihan saat bekerja.

“Tidak semua relawan langsung memahami tugasnya. Mereka diberikan teori dan praktik, bagaimana bekerja dengan baik, memahami alat, sampai menjaga kebersihan fisik maupun mental saat bekerja,” ujarnya.

Ia mengaku melihat antusiasme tinggi dari masyarakat, khususnya ibu rumah tangga, yang ikut terlibat dalam program tersebut.

“Banyak ibu-ibu yang antusias. Ini menjadi peluang bagi mereka yang sebelumnya mungkin sulit mendapatkan pekerjaan di tempat lain,” katanya.

Azis menilai keberadaan dapur MBG juga berpotensi membantu mengurangi angka pengangguran karena satu dapur dapat melibatkan puluhan pekerja.

“Kalau satu dapur saja bisa melibatkan puluhan orang, bayangkan jika jumlah dapur semakin banyak. Ini tentu bisa membantu membuka lapangan pekerjaan,” sambungnya.

Di sisi lain, Ketua Umum REL MBG, Roy Marjuk, menekankan pentingnya perlindungan dan penghargaan terhadap relawan yang terlibat dalam program tersebut.

Menurut Roy, meskipun relawan dan karyawan memiliki perbedaan status dalam aturan ketenagakerjaan, relawan tetap memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan saat bekerja.

“Relawan ini juga manusia. Mereka punya hak untuk mendapatkan perlindungan dan apresiasi yang sama,” tegas Roy.

Ia mengatakan para relawan saat ini telah mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan guna mengantisipasi risiko kerja di lapangan, termasuk saat bertugas di dapur umum maupun proses distribusi.

“Kalau terjadi insiden saat bertugas, sudah ada jaminan dari BPJS. Ini bentuk perlindungan yang harus kita pahami bersama,” ujarnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved