Berita Lampung

Dialog dengan Azis Gagap, Mikdar Sebut MBG Berdampak pada Gizi dan Lapangan Pekerjaan

Hal itu mengemuka dalam dialog anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas bersama komedian Azis Gagap dan relawan MBG di Hotel Emersia Bandar Lampung.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id/Istimewa
DIALOG MBG - Dialog anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas bersama komedian Azis Gagap dan relawan MBG di Hotel Emersia Bandar Lampung, Sabtu (24/5/2026) malam. 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang kerja dan melibatkan banyak relawan di berbagai daerah.

Hal itu mengemuka dalam dialog anggota DPRD Lampung Mikdar Ilyas bersama komedian Azis Gagap dan relawan MBG di Hotel Emersia Bandar Lampung, Sabtu (24/5/2026) malam.

Mikdar menilai program MBG menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan yang membutuhkan akses makanan bergizi secara rutin.

Menurut Mikdar, manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh masyarakat, baik sebagai penerima manfaat maupun tenaga yang bekerja di dapur umum MBG.

“Inilah saatnya masyarakat merasakan perhatian besar dari pemerintah pusat dan Presiden. Kalau pun ada yang belum puas, itu hal biasa dan bisa menjadi masukan untuk perbaikan,” kata Mikdar.

Ia menjelaskan, satu dapur MBG dapat melayani sekitar 2.000 hingga 2.500 penerima manfaat, mulai dari pelajar, santri, ibu hamil, ibu menyusui hingga balita.

Menurut dia, program tersebut membantu masyarakat memperoleh makanan bergizi yang sebelumnya belum tentu bisa dinikmati secara rutin setiap hari.

“Sekarang anak-anak bisa rutin mendapatkan telur, ayam, ikan, daging sapi, tahu, tempe, dan sayuran. Ini terobosan yang sangat baik,” ujarnya.

Selain pemenuhan gizi, Mikdar juga menilai program MBG turut membuka lapangan pekerjaan baru melalui perekrutan pekerja dan relawan dapur umum.

Ia menegaskan DPRD memiliki fungsi pengawasan terhadap seluruh program yang menggunakan anggaran pemerintah, termasuk pelaksanaan MBG di setiap dapur umum.

“Kalau ada keluhan dari masyarakat tentu akan kami lihat dan kami cek apakah benar atau tidak. 

Kalau memang ditemukan kekurangan, tentu akan diberikan masukan kepada pengelola dapur agar pelayanan kepada penerima manfaat lebih baik,” katanya.

Terkait kritik masyarakat mengenai menu makanan yang dinilai kurang variatif dan masih didominasi telur, Mikdar menyebut tujuan utama program tersebut adalah memastikan kebutuhan gizi harian penerima manfaat tetap terpenuhi.

“Yang penting kebutuhan gizinya terpenuhi setiap hari. Namun tentu ke depan diharapkan menu bisa semakin baik dan lebih bervariasi,” ujarnya.

Sementara itu, aktor dan komedian senior Azis Gagap menyoroti pentingnya edukasi kepada masyarakat terkait mekanisme dan manfaat program MBG agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved