Berita Lampung
Peringatan Wagub Jihan! OPD Diminta Tak Lagi Jalankan Program Gugur Kewajiban
Wagub Lampung Jihan Nurlela beri peringatan keras agar seluruh OPD setop bikin program formalitas yang cuma buat gugurkan kewajiban administrasi.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Wagub Jihan Nurlela tegur keras seluruh OPD Pemprov Lampung.
- OPD diminta hentikan program formalitas tanpa dampak nyata.
- SPIP diminta jadi budaya kerja, bukan sekadar administrasi.
- Jihan tekankan integritas, manajemen risiko & akuntabilitas ASN.
- Inspektorat diminta jadi pendamping, bukan momok bagi OPD.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melayangkan peringatan keras kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.
Jihan menegaskan, mulai saat ini pola pikir birokrasi harus diubah total, OPD tidak boleh lagi menyusun dan menjalankan program kerja yang sifatnya sekadar formalitas demi menggugurkan kewajiban administrasi semata.
Pernyataan menohok tersebut disampaikan Jihan saat membuka kegiatan Capacity Building Implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah Terintegrasi (SPIP-T) di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (25/5/2026).
Agenda ini digelar khusus demi mengejar efektivitas dan efisiensi rencana serta anggaran belanja daerah.
Dalam arahannya, Jihan mengingatkan bahwa hari ini pemerintah daerah berada di ruang publik yang sangat terbuka.
Baca juga: Wagub Jihan Soroti Kinerja OPD, Program Pemerintah Harus Tepat Sasaran dan Efektif
Kinerja birokrasi kini diawasi langsung oleh mata masyarakat luas. Oleh sebab itu, setiap rupiah anggaran yang keluar lewat program OPD harus benar-benar memberikan dampak nyata bagi warga, bukan sekadar rapi di atas kertas laporan keuangan.
“Kita hari ini sebagai pemerintah tidak boleh membuat suatu program yang penting buat program, tapi membuat program yang penting,” tegas Jihan, menyentil kebiasaan lama birokrasi.
Menurut Jihan, momen capacity building ini harus menjadi titik balik yang strategis. Bukan cuma untuk formalitas persiapan penilaian maturitas SPIP terintegrasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), melainkan untuk membenahi sistem dari dalam.
Ia meminta agar SPIP tidak lagi dipandang sebelah mata sebagai beban administratif tahunan.
Jihan ingin sistem pengendalian internal ini meresap menjadi budaya kerja sehari-hari sekaligus menjadi ideologi utama dalam tata kelola pemerintahan Provinsi Lampung yang bersih.
Guna mewujudkan hal tersebut, dalam kesempatan itu Wagub Jihan menyampaikan lima arahan utama yang wajib dipatuhi oleh seluruh kepala OPD.
Satu di antara poin krusial yang ia sorot adalah penguatan komitmen pimpinan sebagai motor penggerak utama di setiap instansi.
Menurutnya, seorang kepala dinas atau badan harus memiliki rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap sistem dan lembaga yang dipimpinnya. Tanpa komitmen kuat dari atasan, perubahan budaya kerja di level bawah mustahil bisa terwujud.
Selain masalah komitmen pimpinan, adik kandung mantan Wagub Chusnunia Chalim ini juga menekankan pentingnya menjaga integritas sejak dalam proses perencanaan hingga eksekusi kinerja di lapangan.
Penerapan manajemen risiko yang berkelanjutan juga wajib dilakukan agar program tidak mangkrak di tengah jalan.
| Tol Lampung Bebas Macet, Skema Delay System Diusulkan Raih Penghargaan Presiden |
|
|---|
| Kemenag Lampung Tegaskan Program ZIS Tak Ada Paksaan, Sebut untuk Kemaslahatan Umat |
|
|---|
| Tangis Orang Tua di Lampung Tengah Pecah Saat 26 Pelajar Bawa Sajam Digiring ke Kantor Polisi |
|
|---|
| Warga Lampung Selatan Kaget Bangun Tidur Motor Telah Raib Dicuri |
|
|---|
| 3 Pelaku Curanmor di Candipuro Ditangkap, Motor Korban Masih Dicari |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wakil-Gubernur-Lampung-Jihan-Nurlela-saat-membuka-kegiatan-Capacity-Building.jpg)