Berita Lampung

Cuma Punya Dua Armada Damkar, Pemkab Lampung Tengah Ajukan Proposal ke Rano Karno

Pemkab Lampung Tengah melayangkan proposal resmi langsung kepada Rano Karno dengan harapan besar adanya bantuan hibah armada.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Fajar Ihwani Sidiq | Editor: soni yuntavia
Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq
MINIM DAMKAR - Petugas Damkarmat mendorong mobil damkar mogok saat ada kebakaran di Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah. Lampung Tengah minim mobil Damkar, Senin (1/6/2026). Pemkab Lampung Tengah ajukan proposal ke Rano Karno. 

Husnip memaparkan, saat ini Damkarmat Lampung Tengah sebenarnya hanya memiliki total 4 unit armada. 

Mirisnya, keempat kendaraan tersebut merupakan pengadaan lawas dari masa pemerintahan Bupati Loekman Djoyosoemarto.

"Rinciannya ada 3 unit mobil damkarmat dan 1 unit mobil tangki air. Tapi dari jumlah yang sedikit itu, sekarang yang bisa dioperasikan hanya 2 mobil damkarmat dan 1 mobil tangki air," urai Husnip.

Itu pun, lanjut Husnip, kondisinya jauh dari kata prima. 

Tiga armada yang tersisa tersebut sudah sering 'opname' di bengkel demi bisa terus menyemprotkan air saat kebakaran melanda.

"Kondisinya sudah sering bolak-balik bengkel untuk perbaikan. Sering kumat (rusak), dan tak jarang mengalami mogok di jalan karena kerusakannya sudah merambat ke komponen lain," ungkapnya.

Sementara itu, satu unit mobil damkar sisanya dipastikan sudah 'wafat' alias pensiun total. 

Mobil damkar tahun tua yang legendaris dengan julukan "Blangwir Buaya" tersebut kini hanya bisa terparkir kaku menjadi pajangan di posko Damkarmat Gunung Sugih tanpa bisa digunakan lagi.

Menyadari kas daerah yang kosong untuk pengadaan mobil baru, Husnip mengatakan pihaknya bergerak taktis mencari jalan keluar lain. 

Langkah konkret yang diambil adalah dengan menyusun proposal pengajuan hibah armada kepada pihak rekanan maupun instansi terkait.

"Kami sudah membuat proposal pengajuan hibah armada. Ini menjadi satu-satunya solusi konkret di tengah keterbatasan anggaran yang kita miliki saat ini," tutur Husnip.

Menutup keterangannya, Husnip menegaskan bahwa pihaknya tidak muluk-muluk meminta fasilitas mewah di tengah situasi sulit ini. 

Di benaknya, keselamatan warga di 28 kecamatan Kabupaten Lampung Tengah adalah prioritas utama yang tidak bisa ditunda-tunda.

"Dengan kondisi sekarang ini, jujur kami tidak mengharapkan mobil baru. Yang kami butuhkan adalah tambahan armada yang siap beroperasi dan layak jalan, mengingat cakupan wilayah tugas kami sangat luas, ada 28 kecamatan di Lampung Tengah yang harus dicover," pungkasnya.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / Fajar Ihwani Sidiq )

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved