Berita Lampung

Korupsi di BGN, Akademisi Unila: Perlu Transparansi Pengelolaan MBG

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Lampung (Unila) Sigit Krisbintoro, perlu adanya transparansi dalam pengelolaan MBG ke depannya.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Kompas.com/M. Elgana Mubarokah
TRANSPARANSI - Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Lampung (Unila) Sigit Krisbintoro, perlu adanya transparansi dalam pengelolaan MBG ke depannya. 

"Jadi masalah ini bukan hanya pergantian pimpinan MBG, tapi perlu perombakan tata kelola MBG yang lebih transparan dan perombakan struktur pengelola MBG yang terdesentralisasi agar kepercayaan publik dapat tumbuh terhadap pentingnya program MBG," urai Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menilai kepercayaan publik hanya bisa dicapai jika ada kemauan politik untuk memangkas birokrasi yang gemuk, membuka ruang pengawasan berlapis, dan melibatkan masyarakat lokal dalam menentukan target bantuan.

Sigit menyebutkan lima poin kunci demi keberlangsungan program MBG yang bersih dari praktik rasuah di masa depan.

"Untuk berjalannya MBG yang lebih baik, intinya perlu adanya perombakan kelembagaan yang terdesentralisasi yang melibatkan komunitas akar rumput, struktur lebih ramping dan berfungsi, transparansi anggaran, pengawasan melekat internal maupun eksternal, evaluasi kelompok sasaran yang diarahkan pada kelompok sasaran yang membutuhkan," pungkas Sigit.

Perbaiki Aspek Krusial

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh meminta kepala BGN yang baru dapat memperbaiki sejumlah aspek dalam pelaksanaan program MBG. Salah satu yang harus menjadi perhatian adalah tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG

"Program dengan jangkauan seluas ini tentu masih memiliki ruang perbaikan. Kami mencatat beberapa hal yang memerlukan perhatian serius, seperti konsistensi SPPG dalam menyediakan menu yang benar-benar bergizi dan higienis," ujar Nihayatul, Kamis (4/6/2026). 

Selain SPPG, BGN juga diminta untuk memperbaiki target penerima manfaat dari program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu.

"Ketepatan sasaran penerima manfaat, pemenuhan gizi spesifik serta efektivitas distribusi program MBG di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)," ujar Nihayatul. 

Kendati demikian, ia menilai bahwa BGN telah meletakkan fondasi awal yang cukup baik dalam pelaksanaan program MBG.

Nanik S Deyang yang memimpin BGN diharapkan mampu meningkatan kualitas gizi anak bangsa sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat lewat program MBG

"Ibu Nanik bukan orang baru di internal BGN. Saya meyakini beliau sudah memahami betul seluk-beluk dan ritme kerja di badan ini. Beliau hanya perlu sedikit adaptasi di ranah struktural, setelah itu harus langsung tancap gas menjalankan program," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. 

Diketahui, Kepala BGN kini dijabat oleh Nanik S Deyang. Nanik akan didampingi Agustina Arumsari dan Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru. 

Dugaan Markup

Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana serta dua Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung diduga melakukan markup atau penggelembungan anggaran pengadaan motor listrik hingga sepatu. 

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved