Berita Lampung

Korupsi di BGN, Akademisi Unila: Perlu Transparansi Pengelolaan MBG

Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Lampung (Unila) Sigit Krisbintoro, perlu adanya transparansi dalam pengelolaan MBG ke depannya.

Tayang:
Penulis: Hurri Agusto | Editor: Daniel Tri Hardanto
Kompas.com/M. Elgana Mubarokah
TRANSPARANSI - Menurut pengamat kebijakan publik dari Universitas Lampung (Unila) Sigit Krisbintoro, perlu adanya transparansi dalam pengelolaan MBG ke depannya. 

“Pengadaan motor listrik sebanyak 21.801 unit dengan total pengadaan sebesar sekitar Rp 1 triliun,” kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi di Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2026). 

Selain motor listrik, ada pula pengadaan sepatu yang juga digelembungkan anggarannya. “Pengadaan 32 ribu pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup,” ujar Syarief. 

Ada pula pengadaan tablet sebanyak 31 ribu unit dan pengadaan televisi yang di-markup.

“Pengadaan televisi Rp 75 miliar sebanyak 5.400 unit yang tidak sesuai ketentuan dengan adanya markup harga,” kata dia. “Bahwa terhadap perkara tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara,” kata dia. 

Dadan, Sony, dan Lodewyk diduga melakukan proses pengadaan barang secara melawan hukum dengan cara mengintervensi pejabat pembuat komitmen (PPK), sehingga pengadaan barang dan jasa itu tidak sesuai kebutuhan riil di lapangan. 

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved