Berita Lampung
Perjuangan Dian Rintis Outlet Mochi Pay Bandar Lampung, Pernah Diusir saat Berjualan
Ternyata Dian merintis outlet yang kini mempunyai omzet hingga Rp10 juta per bulan ini tidak mudah.
Penulis: Bintang Puji Anggraini | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
- Dian Puspitasari sukses merintis bisnis Mochi Pay di Bandar Lampung dengan omzet Rp10 juta per bulan.
- Perjalanan bisnis dimulai dari pesanan teman sekolah anaknya hingga berjualan menggunakan mobil pribadi.
- Dian sempat menghadapi tantangan berupa penolakan pedagang lain dan cuaca saat berjualan di jalanan.
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Perjuangan Dian Puspitasari, penjual mochi di outlet Mochi Pay Jalan Teuku Cik Ditiro No.1, Sumber Rejo, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Lampung, kode pos 35153.
Baca juga: Banting Setir, Penjual Baju di Bandar Lampung Pilih Dagang Es Cendol, Favorit Mahasiswa
Ternyata Dian merintis outlet yang kini mempunyai omzet hingga Rp10 juta per bulan ini tidak mudah. Sebab dia sempat berpindah-pindah tempat berjualan karena kehadirannya ditolak oleh pedagang lain.
Dian menceritakan perjalanan awal dirinya memulai bisnis mochi miliknya. "Sekitar tiga tahun lalu anak saya ada acara di sekolah dan ingin dibuatkan mochi. Kemudian saya buatkan mochi. Setelah dari acara tersebut banyak pesanan datang," ujar Dian saat ditemui Sabtu (13/6/2026).
Awalnya pemesan mochi buatan Dian adalah teman-teman anaknya. Setelah itu teman-teman Dian juga ikut memesan. "Dari situ saya berpikir, kenapa tidak dijual secara serius saja?" ujar Dian saat ditemui Sabtu (13/6/2026).
Lantas, Dian memutuskan untuk berjualan mochi menggunakan mobil pribadinya. Mobil tersebut seolah menjadi toko berjalan untuk menjajakan mochi buatannya.
Dia harus berpindah-pindah lokasi demi mencari tempat berjualan strategis dan diperbolehkan. Tidak jarang Dian mendapat penolakan dari pedagang lain maupun pihak tertentu yang merasa keberatan dengan kehadirannya.
"Saya dulu jualan di mobil. Pindah-pindah tempat karena sering tidak diperbolehkan berjualan. Bahkan pernah dilaporkan sampai didatangi petugas disuruh pindah lokasi jualan," kenangnya.
Selain masalah lokasi, cuaca juga menjadi tantangan tersendiri saat berjualan menggunakan mobil. Saat hujan turun, Dian hanya bisa menunggu di dalam mobil dengan harapan ada pelanggan yang datang.
"Kalau hujan, mobil saya tutup. Saya hanya duduk di dalam mobil menunggu. Kadang ada satu atau dua pelanggan yang tetap datang membeli untuk anak-anak mereka di rumah," katanya.
Hadirkan Belasan Varian Rasa
Saat pertama kali berjualan, Dian hanya menawarkan beberapa rasa seperti stroberi, mangga, dan cokelat. Seiring meningkatnya permintaan pelanggan, varian yang ditawarkan terus berkembang.
Kini Mochi Pay memiliki sekitar 15 varian rasa, seperti strawberry cream, mango cream hingga yang terbaru yaitu mochi dubai.
Menurut Dian, varian mangga menjadi salah satu rasa yang paling banyak diminati oleh pelanggannya.
"Kalau yang paling laris itu mango cream. Tapi sekarang Mochi Dubai juga mulai banyak dicari pelanggan," ujarnya.
Produksi Hingga 150 Mochi Per Hari
Saat ini MochiPay mampu menjual sekitar 100 hingga 150 mochi per hari.
Untuk mochi reguler, harga yang ditawarkan tetap Rp5.000 per buah, sedangkan Mochi Dubai dijual Rp15.000 per buah.
| Aksi Kejar-kejaran Warnai Penangkapan Bandar Narkoba di Lampung Tengah |
|
|---|
| Kunci Tertinggal di Dasbor, Motor Petani Lampung Timur Raib Dicuri |
|
|---|
| Pangdam XXI Radin Inten Sambangi Desa Pekurun, Pererat Hubungan TNI dan Masyarakat |
|
|---|
| Program MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Begini Penjelasan Disdik Lampung |
|
|---|
| Polisi Periksa 2 Dokter Kasus Balita Tewas Usai Disuntik Obat Penenang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Perjuangan-Dian-rintis-outlet-Mochi-Pay-di-Bandar-Lampung-sempat-diusir-saat-berjualan.jpg)