Berita Terkini Nasional

3 Pertanda Budi Arie Setiadi Mulai Tinggalkan Jokowi

Tiga pertanda Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mulai berpaling dari Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.

Editor: taryono
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
LOGO BARU PROJO – Ketua Umum DPP PROJO Budi Arie Setiadi memberikan keterangan pers usai membuka Kongres III di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (1/11/2025). 3 Pertanda Budi Arie Setiadi Mulai Tinggalkan Jokowi. 

Ringkasan Berita:
  • Tiga tanda Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, mulai menjauh dari Presiden ke-7 Joko Widodo: 
  • pertama, pernyataannya yang tak lagi sejalan dengan arah politik Jokowi
  • kedua, langkah politiknya yang menunjukkan kedekatan dengan pihak di luar lingkaran Jokowi
  • ketiga, berkurangnya dukungan terbuka terhadap kebijakan dan langkah politik sang presiden.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Tiga pertanda Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mulai berpaling dari Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno.

Melansir Tribunnews, Adi Prayitno mengatakan setidaknya ada tiga pertanda Budi Arie Setiadi mulai meninggalkan Jokowi: tidak bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Projo mengubah logo organisasinya, dan Budi Arie menegaskan jika Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi.

Menurut Adi, sejumlah langkah Budi Arie dan organisasi relawan yang dipimpinnya, Projo, memperkuat kesan bahwa orientasi politik mereka mulai bergeser.

"Publik membaca ini sebagai tanda Budi Arie mulai berpaling dari Jokowi," kata Adi kepada Tribunnews.com, Minggu (2/11/2025).

Adi memaparkan sedikitnya tiga indikasi yang memperlihatkan perubahan arah tersebut. 

Pertama, Budi Arie tidak memilih bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang selama ini dikenal dekat dengan Jokowi.

"Padahal PSI identik dengan Jokowi. Apalagi Ketumnya Kaesang, putra Jokowi," ujar Adi.

Kedua, rencana Projo mengubah logo organisasinya agar tidak menampilkan siluet wajah Jokowi dinilai sebagai upaya melepaskan citra kultus individu.

"Padahal selama ini Projo sangt banggakan diri dengan pasang foto Jokowi di logo mereka," tegas Adi.

Ketiga, penegasan Budi Arie bahwa Projo bukan singkatan dari Pro Jokowi, melainkan berasal dari bahasa Sanskerta atau Jawa Kawi yang berarti “negeri” dan “rakyat”, turut memperkuat kesan adanya jarak politik.

"Padahal selama ini Projo itu Pro Jokowi," ungkap Adi.

Terpilih aklamasi

Budi Arie Setiadi kembali terpilih sebagai Ketua Umum Projo hasil Kongres III di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu (2/11/2025).

Projo adalah organisasi kemasyarakatan yang awalnya merupakan relawan pendukung Presiden Joko Widodo, namun kini telah berkembang menjadi ormas yang mendukung pemerintahan Prabowo Subianto.

Ketua pimpinan sidang, Freddy Damanik, membacakan hasil pleno yang menetapkan Budi Arie sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo sekaligus ketua formatur penyusun kepengurusan baru.

"Hasil kesepakatan bersama atau aklamasi seluruh peserta seluruh Kongres Projo ke-III memutuskan menetapkan Budi Arie Setiadi sebagai Ketum DPP Projo periode 2025-2030 dan sebagai Ketua Formatur mengatur kepengurusan DPP Projo," kata Freddy. 

Aklamasi adalah cara pengambilan keputusan atau pemilihan tanpa melalui voting, melainkan dengan persetujuan bulat dari semua peserta.

Baca juga: Nasib Tragis Dosen Asal Jambi, Diduga Dirudapaksa, Dibunuh dan Dirampok Oknum Polisi

 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved