Liputan Khusus Tribun Lampung

Warga Pesisir Teluk Bandar Lampung Bangun Rumah di Atas Timbunan Sampah

Sampah tersebut sengaja ditimbun untuk dijadikan daratan atau reklamasi, yang selanjutnya menjadi permukiman.

Warga Pesisir Teluk Bandar Lampung Bangun Rumah di Atas Timbunan Sampah
TRIBUN LAMPUNG/Perdiansyah
Kondisi rumah-rumah yang dibangun di atas reklamasi berbahan utama sampah di pesisir Teluk Bandar Lampung, Selasa (10/4). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Noval Andriansyah

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Didominasi plastik dan benda-benda berbahan plastik, tumpukan sampah menghampar di sebagian besar pesisir Teluk Bandar Lampung.

Sampah tersebut sengaja ditimbun untuk dijadikan daratan atau reklamasi, yang selanjutnya menjadi permukiman.

LSM Lingkungan Mitra Bentala mengestimasikan lebih dari 3.000 ton sampah di pesisir Teluk Bandar Lampung, yang memiliki garis pantai sepanjang 27,01 kilometer (km).

Sampah-sampah tersebut telah mencemari 75 persen kawasan pesisir.

Baca: Ruang Tunggu Gedung Terminal Rajabasa Malah Jadi Lapangan Bulutangkis

Reklamasi berbahan utama sampah tersebut diakui warga telah berlangsung sejak tahun 1980-an.

Alhasil, reklamasi telah mengubah garis pantai lebih menjorok ke laut, dibanding puluhan tahun lalu.

Dan di atas lahan reklamasi hasil timbunan sampah tersebut, rumah-rumah semipermanen tampak padat berdiri.

Seorang warga RT 09 Lingkungan II Teluk Jaya, Panjang Selatan, Yusneti (50) menceritakan, rumah yang ia tempati saat ini, awalnya merupakan bibir pantai yang berbatasan dengan laut.

Halaman
1234
Penulis: Noval Andriansyah
Editor: Ridwan Hardiansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved